Jusuf Kalla Menggarap Film Tanah Runtuh, Memuji Akting Ridho Kalif

BeritaLokal, Jakarta – Pertemuan Jusuf Kalla dengan Ridho Khalif di Film “Tanah Runtuh” Menggambarkan Dampak Persaudaraan di Era Konflik

Wakil Presiden Republik Indonesia (WPRI) Jusuf Kalla, mantan perwira pemerintahan dan tokoh sosial, memberikan apresiasi terhadap akting Ridho Khalif dalam film Tanah Runtuh, yang memerankan karakter Ringgo. Pertemuan ini berlangsung usai nonton bareng (nobar) dengan para aktor dan pemuka agama lintas iman di Metropole XXI, Jakarta, Jumat (19/6/2026). Kehadiran Kalla memberi makna mendalam bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam konteks harmonisasi antarumat beragama.

Film Tanah Runtuh mengisahkan dua saudara, Kai dan Ringgo, yang harus bertahan hidup di tengah kerusuhan Poso 2005. Dalam perjalanan mencari ibu mereka yang terpisah saat konflik terjadi, Kai dan Ringgo bertemu polisi Idham (Vino G Bastian). Kehadiran Jusuf Kalla menjadi simbol penting dalam upaya memperkuat persaudaraan dan toleransi di tengah perbedaan.

Kalla mengungkapkan apresiasi terhadap kisah yang mampu menyoroti nilai-nilai kebersamaan. “Film ini membawa pesan bahwa kehidupan harus selalu dipertahankan, baik dalam toleransi maupun saling percaya,” kata Kalla usai nonton. Pernyataannya disampaikan setelah ia menyaksikan film yang menampilkan cerita persaudaraan di tengah situasi kacau.

Denny Siregar Production, produser film ini, mengklaim bahwa Tanah Runtuh bukan hanya media hiburan, tetapi ruang refleksi untuk membangun semangat persaudaraan dan harmonisasi antarumat beragama di Tanah Air. Film tersebut tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.

Subjudul: Memperhatikan Kehidupan
Kisah Kai dan Ringgo yang dibantu Idham menjadi simbol kuat persaudaraan di tengah ujian. Jusuf Kalla menggarisbawahi pesan inti bahwa masyarakat harus memperhatikan kehidupan, baik dalam toleransi maupun saling percaya.

Subjudul: Ruang Refleksi
Denny Siregar menegaskan bahwa film ini bertujuan untuk mendorong semangat persaudaraan dan harmonisasi antarumat beragama. Dengan latar belakang konflik Poso 2005, Tanah Runtuh menjadi karya yang relevan dalam menghadapi tantangan sosial sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Film Tanah Runtuh menciptakan dialog penting antara narasi kisah dan realitas hidup, menunjukkan bahwa persaudaraan tidak hanya diwujudkan dalam film, tetapi juga dalam kehidupan nyata.

error: Content is protected !!