BeritaLokal, Jakarta – Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) stabil di Rp 43.150 pada Sabtu, 20 Juni 2026, meski harga emas Antam turun. Pemegang mata uang asing memperkirakan kenaikan suku bunga Federal Reserve (the Fed) akan mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Harga perak Antam hari ini stagnan di Rp 43.150, sama seperti Jumat lalu. Pemain perak batangan 250 gram dibanderol Rp 11.312.500 dan 500 gram Rp 21.700.000. Sementara itu, harga emas dunia turun 1,15% menjadi US$ 64,90 per ounce pada Jumat, menciptakan level terendah sejak 11 Juni. Tekanan dolar AS yang kuat dan ekspektasi kenaikan suku bunga menekan permintaan logam mulia.
Suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka panjang mengurangi daya tarik perak, sementara ketidakpastian geopolitik masih tinggi setelah Swiss mengumumkan pembicaraan AS-Iran tidak akan berlangsung pada Jumat. Pergerakan emas terus berada di jalur penurunan dalam tiga minggu berturut-turut karena dolar AS kembali menguat.
Di sisi lain, pasar China dan Hong Kong libur merayakan Festival Perahu Naga. Dolar AS mencapai level tertinggi sejak tahun 2014, memperbesar biaya emas batangan yang diharga dalam mata uang asing. KCM Trade, analis pasar, mengatakan bahwa reli emas terkait kesepakatan perdamaian AS-Iran berumur pendek dan dolar yang kembali menguat mendukung kebijakan hawkish the Fed.
Harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 4.184,33 per ons pada Sabtu, meski kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus melemah 15 menjadi US$ 4.202,10. Platinum dan paladium juga mengalami koreksi. Bank sentral seperti Bank of England dan Federal Reserve memperkirakan kenaikan suku bunga pada Desember, menurut CME FedWatch Tool. Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan naik menjadi US$ 4.900 per ons pada Desember, meski rendah dari perkiraan sebelumnya US$ 5.400.
Ketegangan geopolitik terus mengalami perubahan setelah kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz dan AS mencabut blokade terhadap Iran pada Kamis. Pergerakan harga emas terus berada di jalur penurunan, meski kinerja antam tetap stabil dalam jangka waktu lama.