Pasar Kripto Stagnan di Tengah Ketidakpastian The Fed

BeritaLokal, Jakarta – Pasar kripto kini memasuki fase konsolidasi di tengah ketidakpastian terkait kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan tren geopolitik yang muncul. Dua faktor ini menjadi perhatian investor, sementara pasar tetap mengalami pergerakan yang tidak terlalu signifikan.

Selain itu, kebijakan Federal Reserve (The Fed) mulai dibahas untuk membuka akses bagi perusahaan kripto dan fintech. Namun, syarat kelayakan masih ketat, sehingga hanya beberapa perusahaan yang berpotensi memanfaatkannya. Dalam skema “skinny accounts,” perusahaan yang memenuhi syarat dapat terhubung langsung dengan sistem pembayaran Federal Reserve melalui Fedwire Funds dan FedNow. Namun, akses ini belum sepenuhnya setara dengan layanan perbankan tradisional karena pemegang akun tidak bisa mendapatkan kredit intrahari, fasilitas pinjaman darurat, atau bunga dari saldo cadangan.

Kebijakan baru tersebut ditandatangani Presiden AS Donald Trump pada 19 Mei 2026, dengan tujuan meninjau aturan pembayaran yang dianggap terlalu membatasi perusahaan kripto. Proposal The Fed dirilis sehari setelah perintah tersebut ditandatangani, meski belum ada konfirmasi resmi bahwa perintah eksekutif menjadi penyebab langsung terbitnya kebijakan baru. Namun, banyak pihak memperkirakan aturan tersebut telah disiapkan sebelumnya dan hanya dipercepat proses publikasinya.

Selama masa konsultasi 60 hari yang diperkirakan berlangsung hingga 19 Juli 2026, 12 bank regional Federal Reserve menunda keputusan terhadap permohonan perusahaan nontradisional. Jika aturan akhir disahkan tanpa perubahan besar, perusahaan kripto hanya akan memperoleh akses ke sistem pembayaran skala besar tanpa bisa masuk secara penuh ke layanan perbankan ritel yang selama ini dikuasai bank konvensional.

Tren geopolitik juga menjadi faktor utama ketidakpastian pasar. Komentar Presiden Trump terhadap Iran muncul kembali sebagai isu yang memicu ketegangan global, meski belum menunjukkan tanda-tanda perubahan tren yang signifikan. Investor masih mencermati pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum, data ekonomi AS, serta perkembangan situasi di Timur Tengah untuk mendapatkan gambaran lebih jelas.

Kombinasi faktor ekonomi dan geopolitik membuat investor belum memiliki keyakinan kuat mengenai arah pasar dalam jangka pendek. Sebagian investor berharap pelonggaran kebijakan moneter dapat menjadi katalis positif, sementara sebagian lainnya tetap mempertimbangkan risiko jika ketegangan geopolitik meningkat dan The Fed mempertahankan kebijakan yang agresif.

Pasar kripto masih terus mengalami pergerakan yang tidak terlalu berubah, dengan sentimen investor lebih menunggu perkembangan selanjutnya. Dalam rangka menjaga keamanan investasi, pihak terkait dianjurkan untuk mempelajari dan analisis sebelum melakukan transaksi.

error: Content is protected !!