Morgan Stanley Prediksi Harga Bitcoin Tembus Level Segini

BeritaLokal, Jakarta – Morgan Stanley memperkuat prediksi harga Bitcoin mencapai US$ 1 juta atau Rp 17,75 miliar pada 2030, meski adopsi kripto masih dalam tahap awal. Kebijakan perusahaan investasi raksasa ini terus berkembang dengan meluncurkan portofolio cadangan stablecoin sebagai langkah strategis untuk mematuhi regulasi baru.

Selain prediksi harga Bitcoin, Morgan Stanley juga merancang portofolio cadangan stablecoin untuk memenuhi syarat Undang-Undang GENIUS (UU Panduan dan Pembentukan Inovasi Nasional untuk Stablecoin) yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada Juli 2025. Dana ini dirancang sebagai solusi penyimpanan khusus untuk stablecoin, dengan fokus pada instrumen aman dan likuid seperti surat utang pemerintah AS dan perjanjian pembelian kembali.

Kebijakan ini diungkapkan oleh Fred McMullen, head of global liquidity di Morgan Stanley Investment Management. Dia memperkirakan pertumbuhan sektor stablecoin akan terus meningkat karena peningkatan jumlah penerbit dan aset yang berada dalam cadangan stablecoin. Portofolio baru ini menargetkan nilai aset bersih stabil sebesar USD 1 juta, mengurangi risiko volatilitas pasar.

Pertumbuhan harga Bitcoin tercatat turun 2,58% dalam 24 jam terakhir dan naik 5,88% selama seminggu. Saat ini, harga Bitcoin mencapai USD 64.845 atau Rp 1,15 miliar dengan kurs dolar AS sebesar 17.750. Oldenburg, Head of Digital Asset Strategy Morgan Stanley, memperkirakan tren adopsi kripto akan bertahap hingga 2030, meski investor saat ini lebih tertarik pada AI, kecerdasan buatan, dan stablecoin.

Morgan Stanley tetap menyarankan alokasi 0%-2% untuk Bitcoin dalam portofolio biasa dan 2%-4% dalam portofolio agresif. Namun, adopsi di kalangan penasihat keuangan masih lambat karena kurangnya edukasi kripto. Oldenburg menyebutkan bahwa kripto tidak pernah mencapai level US$ 200.000 atau Rp 3,55 miliar, dan tren ini bergantung pada katalis kuat seperti inovasi teknologi.

Portofolio cadangan stablecoin menawarkan keuntungan pengembalian yang hampir bebas risiko dengan fokus pada instrumen likuid dan aman. Dana ini dirancang untuk menjaga modal pemerintah sambil memberikan pengembalian, berbeda dengan reksa dana investasi yang berfluktuasi. Kebijakan ini dinilai tepat bagi Morgan Stanley untuk menjangkau bisnis aset digital yang sedang berkembang.

Pertumbuhan sektor stablecoin diharapkan mendorong pertumbuhan pasar kripto, meski perusahaan tetap mengutamakan keamanan dan regulasi. Kebijakan ini mencerminkan tren global yang memperkuat posisi Morgan Stanley dalam industri aset digital.

error: Content is protected !!