BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah Indonesia kini memperkuat upaya swasembada bawang putih dengan mengumumkan program bantuan benih senilai Rp75 juta per hektare (ha) untuk 5.000 hektar lahan di tiga lokasi strategis, kata Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Rencana ini bertujuan mempercepat perekonomian pertanian dan mengurangi ketergantungan pada impor bawang putih yang sekarang mencapai 90% dari total produksi.
Sudaryono menjelaskan, program ini diimplementasikan dalam tiga lokasi: Sembalun, NTB; Temanggung, Jawa Tengah; dan Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Lokasi tersebut dipilih karena kondisi geografis yang mendukung pertumbuhan bawang putih di dataran tinggi (sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut). “Kita sudah mengidentifikasi 100.000 hektar lahan, termasuk di NTB,” terangnya.
Dalam program ini, petani akan mendapatkan bantuan benih Rp75 juta per hektar, dengan syarat mereka harus membalikkan setengahnya ke Kementerian Pertanian. Sisa hasil panen bisa dijual. Benih yang kembali ke pemerintah akan disiapkan untuk penanaman di lokasi lain sebagai bantuan tambahan.
Sudaryono menegaskan, program ini bertujuan mengurangi impor dan memperkuat produksi lokal. “Kita tidak ingin bawang putih tetap bergantung pada ekspor. Dengan 100.000 hektar, kita bisa menyuplai provinsi lain,” katanya.
Sejalan dengan langkah ini, pemerintah juga menetapkan target untuk menghentikan impor bawang putih dalam 3-4 tahun ke depan. Kementerian Pertanian berkomitmen pada pendekatan “berbasis kawasan” yang melibatkan sinergi pemerintah dan daerah. Pada pengalaman sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa NTB menjadi pusat pembibitan bawang putih dengan kualitas tinggi.
Dalam kegiatan tanam bersama Gubernur Lombok Timur, Lalu Muhammad Iqbal, Amran menargetkan produksi 20-30 ton per hektar. “Kita ingin membangun ekosistem pertanian lokal yang mampu bertahan dan berproduksi secara berkelanjutan,” ujar mantan Menteri Pertanian.
Program ini diharapkan menjadi langkah penting dalam menghadapi ancaman ketergantungan pada impor, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.