BeritaLokal, Jakarta – Sky-Watch, perusahaan teknologi tak berawak asal Denmark, meluncurkan drone RQ-70 Dainn yang dirancang untuk menghadapi tantangan militer modern dengan fokus pada efisiensi dan keamanan. Proyek ini merupakan evolusi dari platform RQ-35 Heidrun, drone yang telah terbukti andal dalam medan perang, diimbangi operasional berkelanjutan untuk memastikan kinerja optimal di kondisi paling kritis.
Dalam konferensi Eurosatory 2026 di Paris, CEO Sky-Watch Martin Schousboe menegaskan bahwa RQ-70 Dainn bukan hanya tentang kekuatan teknologi, tetapi tentang kemampuan sistem untuk memproses dan menginterpretasi data secara real-time. “Kita tidak lagi fokus pada apa yang bisa dilihat drone, tapi seberapa cepat informasi dapat ditransfer dan dianalisis,” kata Schousboe, menekankan bahwa adaptabilitas terhadap dinamika peperangan modern menjadi prioritas utama.
Drone ini dirancang sebagai ekosistem terpadu, dengan komponen seperti wahana, sensor, perangkat lunak, dan antarmuka yang saling terhubung secara digital. Fokusnya adalah kesiapan untuk beroperasi di lingkungan ekstrem, termasuk kebatalan anti-jamming dan penggunaan GPS yang sangat minim. Kekuatan daya tahan 8 jam nonstop dan jangkauan 100 km menjadikannya pilihan optimal untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian di lingkungan berisiko tinggi.
Schousboe mengatakan bahwa Sky-Watch memandang drone sebagai alat, bukan solusi akhir. “Ketika konsekuensi kesalahan sangat besar, keputusan yang lebih baik adalah kunci untuk memastikan selamatnya personel,” katanya. Pada debut di Eurosatory, perusahaan menargetkan produksi penuh RQ-70 Dainn akan dimulai pada Januari 2027, dengan kapasitas produksi dijajaki secara bertahap sesuai permintaan global.
Dengan pengembangan ini, Sky-Watch berharap mampu memperkuat keamanan militer dunia melalui teknologi yang efisien dan adaptif.