BeritaLokal, Jakarta – Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran utama untuk bahan bakar. Pemutusan blokade laut AS terhadap Iran diharapkan menjadi katalis bagi kenaikan harga minyak dunia yang telah mengalami penurunan sebesar 5% pada Senin, 15 Juni 2026 (Selasa waktu Jakarta).
Kesepakatan antara dua negara ini terungkap dalam wawancara dengan Presiden Donald Trump di akun Truth Social miliknya. Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka tanpa sistem bea masuk dan AS akan mengakhiri blokade angkatan laut terhadap Iran. “Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda,” tegasnya. Ia menekankan bahwa minyak harus mengalir ke kawasan dan dunia setelah penandatanganan perjanjian pada Jumat pekan ini di Swiss.
Namun, perbedaan antara kesepakatan AS dan Iran masih terdapat. Pemerintah Iran menyebut Selat Hormuz hanya akan bebas biaya selama 60 hari, dengan pengelolaannya dilakukan oleh Oman. Di sisi lain, Trump mengklaim harapan AS adalah bahwa Selat Hormuz tetap bebas biaya dalam jangka panjang. “Sistem mereka sangat rumit,” ujarnya, menegaskan bahwa sebagian besar pihak yang terlibat ingin menandatangani kesepakatan, tetapi tidak semua.
Pada perdagangan Jumat, harga minyak mentah AS ditutup turun 3,2% ke level US$ 84,88 per barel, sementara Brent turun 3,4% menjadi US$ 87,33. Harga minyak dunia mengalami penurunan sepekan sebesar 6%, meski harga masih naik lebih dari 20% dibanding posisi sebelum konflik memanas pada akhir Februari.
Trump menyebut peluang kesepakatan mencapai 80%, namun menegaskan bahwa sistem perjanjian sangat kompleks. Dalam dokumen yang disebutkan oleh pejabat AS, kesepakatan meliputi pembukaan Selat Hormuz, pencabutan blokade laut AS, pemindahan uranium yang diperkaya, serta penghapusan program nuklir Iran. Sebagai imbalan, Iran akan memperoleh insentif ekonomi jika mematuhi ketentuan.
Dalam dokumen yang dirilis oleh pemerintah Iran, AS dijelaskan akan menarik pasukan dari wilayah sekitar Iran, mencabut blokade laut dalam 30 hari, dan memberikan dana rekonstruksi sebesar US$ 300 miliar. Iran disebut akan membuka kembali Selat Hormuz dalam 30 hari dengan pengaturan yang ditetapkan oleh Teheran. Namun, AS menolak isi dokumen tersebut, mengklaim bahwa informasi ini tidak mencerminkan kesepakatan tertulis yang telah dicapai.
Trump juga mempertahankan kritik terhadap Iran, menyebut pemerintahan Teheran tidak bernegosiasi dengan itikad baik dan menuduh mereka meluncurkan pesawat nirawak ke kapal India sebelumnya. Ia menekankan bahwa situasi di Selat Hormuz harus segera dipecahkan.
Kesepakatan ini masih dalam proses penandatanganan, dengan perjanjian resmi dipastikan pada Jumat. Meski demikian, kondisi politik dan ekonomi antara AS dan Iran terus memperlihatkan keteguhan, dengan kejutan-kejutan mungkin terjadi di masa depan.