Harga Minyak Turun Usai AS

BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah Indonesia terus memantau dampak kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social. Kesepakatan ini diperkirakan akan membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional, meski dokumen resmi belum ditandatangani. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah masih memantau risiko terhadap harga minyak global yang turun mencapai USD 83 per barel, meski tidak menutup kemungkinan kenaikan lagi setelah kesepakatan ditandatangani.

Selain itu, Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), membuka peluang impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah usai jalur perdagangan di Selat Hormuz kembali dibuka. Meski Selat Hormuz telah terbuka, Indonesia tetap menghormati kontrak migas jangka panjang dengan negara lain. Lahadalia menegaskan bahwa jika harga minyak lebih kompetitif, pemerintah siap memperluas akses pasar di kawasan tersebut.

Harga BBM umum Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite dipertimbangkan bisa turun sekitar Rp 200 per liter, menurut Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman. Ia menyatakan bahwa harga BBM non subsidi akan terkoreksi jika harga minyak stabil setelah konflik di Timur Tengah mereda. “Harga BBM di Indonesia ditetapkan bulanan, sehingga perubahan ini menjadi dasar untuk bulan berikutnya,” kata Sulaeman.

Kesepakatan AS-Iran juga menandaskan pencabutan blokade Angkatan Laut AS dan izin pembukaan Selat Hormuz tanpa bea. Trump mengatakan kapal dunia diharuskan nyalakan mesin untuk memungkinkan aliran minyak yang lebih lancar. Pemerintah Indonesia tetap waspada terhadap potensi kenaikan harga minyak jika kesepakatan belum ditandatangani secara resmi.

Dalam hal ini, pemerintah masih menunggu dokumen legal sebelum mengambil kebijakan. Airlangga memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil akan didasarkan pada kepastian perjanjian. Meski demikian, dampak terhadap harga minyak dunia dan ketersediaan migas masih menjadi fokus utama pemerintah.

  • Kesepakatan AS-Iran diperkirakan akan mengakhiri permusuhan antara kedua negara dan memungkinkan kembali operasi Selat Hormuz.
  • Harga minyak dunia turun hingga USD 83 per barel, meski belum resmi ditandatangani kesepakatan.
  • Indonesia tetap menghormati kontrak migas jangka panjang dan siap memperluas akses pasar di Timur Tengah jika harga minyak kompetitif.
error: Content is protected !!