Jeff Bezos Ungkap Alasan Kembali Jadi CEO

BeritaLokal, Jakarta –

Jeff Bezos Kembali Jadi Co-CEO Startup AI: Pemimpin yang Menikmati Tantangan

Pendiri Amazon, Jeff Bezos, kembali memimpin startup kecerdasan buatan (AI) Prometheus sebagai co-CEO bersama Vik Bajaj setelah mengundurkan diri dari perusahaan e-commerce tahun lalu. Perubahan ini mengejutkan banyak pihak, terlepas dari ekspektasi bahwa Bezos akan tetap berada di luar panggung bisnis seumur hidup.

Selain itu, Bezos mengungkap alasan kembali menjadi pemimpin: ia menyatakan perasaan yang sama seperti saat mendirikan Prometheus-menikmati tantangan dan kesenangan dari pengembangan teknologi canggi. Ia menggambarkan posisi CEO sebagai “Type 2 fun,” yakni kesenangan yang baru terasa setelah melewati kegagalan dan tekanan.

“Itu adalah jenis kesenangan ketika setelah selesai mendaki gunung, Anda berkata, ‘Wah, ternyata mendaki gunung itu menyenangkan’,” kata Bezos dalam wawancara dengan CNBC.

Sebagian Besar Waktu Bezos Kini Dihabiskan untuk AI

Bezos mengaku sebagian besar waktu kerjanya saat ini terfokus pada Prometheus. Perusahaan, yang bergerak di bidang AI untuk mempercepat desain dan produksi produk fisik, telah melalui pendanaan awal US$ 6,2 miliar dan mendapat kembali dana sebesar US$ 12 miliar dalam putaran terbaru. Nilai perusahaan mencapai sekitar US$ 41 miliar, menunjukkan pertumbuhan yang pesat.

Ia menjelaskan bahwa ia tidak membagi tugas secara kaku dengan Bajaj, tetapi berbicara satu sama lain setiap hari dan terlibat dalam hampir semua keputusan. “Kami sangat terhubung,” kata Bezos. Tidak ada pembagian wilayah kerja-ia mengatakan bahwa ia dan Bajaj bekerja bersama untuk mempercepat inovasi di bidang AI.

Perbedaan dengan Tren CEO yang Mundur karena Era AI

Keputusan Bezos kembali menjadi CEO berbeda dengan tren sebelumnya, di mana beberapa pemimpin perusahaan besar memilih mundur karena menilai era AI membutuhkan kepemimpinan baru. Misalnya, mantan CEO Walmart, Doug McMillon, mengatakan transformasi berbasis AI memerlukan pemimpin yang bisa mendampingi perusahaan dalam jangka panjang.

Namun Bezos memiliki pandangan berbeda: ia melihat AI sebagai peluang besar yang ingin ia jalani secara langsung. Ia mulai menjadi investor di Prometheus pada akhir 2024, dan seiring waktu, ia semakin terkesan dengan potensi perusahaan. “Saya memutuskan tidak bisa hanya duduk di pinggir lapangan,” kata Bezos.

Investor dan Pemimpin yang Berbeda

Bezos menekankan bahwa keterlibatan di Prometheus bermula dari statusnya sebagai investor, tetapi ia semakin terjebak dalam proyek perusahaan. Ia juga aktif terlibat di Blue Origin dan AI di Amazon, memperkuat “benang merah” aktivitasnya saat ini.

Sementara itu, Prometheus mengembangkan model AI untuk membantu insinyur merancang produk fisik dengan lebih cepat dan efisien. Proyek ini menunjukkan potensi pasar yang sangat besar, terutama dalam industri manufaktur dan teknologi.

BeritaLokal, Jakarta
(End of article)