BeritaLokal, Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani optimistis dapat menuntaskan target pengadaan gabah dan beras dalam negeri pada 2026. Dalam pertemuan terkini, ia menyampaikan capaian sejauh ini telah mencapai 77 persen dari target 4 juta ton setara beras, dengan realisasi serapan gabah petani mendekati 3 juta ton. Kinerja yang menunjukkan efektivitas strategi seperti penjemputan gabah petani, sinergi lintas sektor, dan optimalisasi infrastruktur menjadi dasar optimisme tersebut.
Selain itu, Perum Bulog juga memperkuat kapasitas penyimpanan gudang hingga 7 juta ton untuk mengantisipasi lonjakan pasokan cadangan beras pemerintah (CBP). “Kami ingin mampu menyerap semaksimal mungkin di daerah,” ujar Rizal, menjelaskan peningkatan kapasitas penyimpanan sebagai respons terhadap pengamalan tahun lalu, ketika pasokan beras dari petani melebihi kapasitas gudang yang saat itu hanya mencapai 3 juta ton.
Direktur Utama Perum Bulog juga menegaskan bahwa capaian serapan gabah hingga 74 persen (sekitar 3,2 juta ton) telah memperkuat kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional. Ia mengatakan bahwa keberhasilan ini diakui oleh BPK Slamet Edy Purnomo, yang menyebut capaian pengadaan gabah dan beras dalam negeri mencapai 77 persen sebagai indikator keberhasilan dalam memperkuat ketahanan pangan. “Kami berterima kasih atas kerja sama lintas sektor,” ujarnya.
Sementara itu, target CBP untuk Mei 2026 ditetapkan sebesar 6 juta ton, naik dari 5,3 juta ton pada 11 Mei. Rizal menegaskan bahwa capaian ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Perum Bulog berdiri, mencapai 59 tahun terakhir. “Ini suatu pencapaian luar biasa,” kata dia, yang juga menghargai kontribusi para pihak dalam menjalankan tugas pemerintah.
Perlu dicatat bahwa realisasi serapan gabah petani saat ini mencapai 74 persen dari target 4 juta ton. Rizal menekankan bahwa keberhasilan ini tidak hanya disebabkan oleh kinerja Bulog, tetapi juga dukungan dari para petani, produsen, dan pihak terkait. “Kami memperkuat sinergi agar hasil panen petani bisa terserap secara optimal,” tambahnya.
Dengan capaian ini, Perum Bulog diharapkan dapat menjamin ketersediaan beras nasional yang stabil sepanjang tahun 2026. Dalam upaya mencegah lonjakan pasokan CBP, perusahaan juga mempersiapkan peningkatan kapasitas penyimpanan untuk menghadapi situasi darurat. “Kami berkomitmen untuk memberikan beras yang aman dan terjangkau bagi rakyat,” kata Rizal.