Bank Sentral Eropa Naikkan Suku Bunga Pertama Kali Sejak 2023

BeritaLokal, Jakarta – Bank Sentral Eropa (ECB) resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,25 persen pada Kamis (12/6/2026), menjadi kenaikan pertama sejak 2023. Keputusan ini diambil di tengah tekanan inflasi yang meningkat akibat konflik Iran dan lonjakan harga energi global.

Selain itu, ECB juga merevisi proyeksi inflasi zona euro. Kini, inflasi diperkirakan mencapai 3 persen pada 2026, turun menjadi 2,3 persen pada 2027, dan kembali ke target 2 persen pada 2028. Perubahan ini dipicu oleh ekspektasi harga energi yang lebih tinggi, yang menurut ECB akan berdampak signifikan terhadap biaya makanan, barang konsumsi, dan jasa di seluruh kawasan euro.

Perang Iran, yang telah berlangsung sejak 100 hari lalu, menjadi pemicu utama inflasi. Konflik tersebut memicu guncangan harga energi global setelah penutupan Selat Hormuz dan kerusakan fasilitas produksi di Timur Tengah menyebabkan gangguan pasokan yang serius. Meski gencatan senjata masih berlangsung, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Data awal menunjukkan inflasi zona euro pada Mei 2026 naik menjadi 3,2 persen, jauh di atas target ECB 2 persen. Ekonomi zona euro juga hanya tumbuh 0,1 persen pada kuartal pertama 2026.

Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde menegaskan ketidakpastian masih tinggi dan belum ada arah kebijakan suku bunga berikutnya. “Prospek ekonomi masih penuh ketidakpastian, dengan risiko kenaikan inflasi dan perlambatan pertumbuhan,” kata Lagarde. Dampak jangka menengah perang terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada lonjakan harga energi dan durasi tekanan tersebut.

Pada poin lain, Chief Investment Officer Premier Miton Neil Birrell memperkirakan kenaikan suku bunga belum berhenti. “Keputusan ini tidak mengejutkan mengingat kondisi inflasi saat ini. Sangat mungkin masih ada kenaikan suku bunga lanjutan tahun ini, tergantung pada perkembangan data ekonomi,” katanya.

Sementara itu, perang Iran terus memicu tekanan inflasi yang mengarah pada penurunan pertumbuhan ekonomi zona euro. ECB menilai dampak guncangan harga energi terhadap sektor-sektor ekonomi akan terus dipantau. Diperkirakan ekonomi zona euro hanya tumbuh 0,8 persen pada 2026, dengan pertumbuhan meningkat menjadi 1,2 persen pada 2027 dan 1,5 persen pada 2028.

Dalam wawancara dengan CNBC, Kepala Ekonom Eropa Deutsche Bank Mark Wall menilai keputusan ECB sebagai momen penting. “Bukan hanya karena ini kenaikan suku bunga pertama ECB sejak 2023, tetapi juga menjadi kenaikan pertama yang dilakukan bank sentral utama dunia sebagai respons terhadap guncangan harga energi,” ujarnya.

Ketegangan antara pihak-pihak di Timur Tengah dan AS terus berlanjut, memperparah tekanan inflasi. ECB tetap memantau dinamika pasar dan mengambil kebijakan moneter yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi kawasan euro.

error: Content is protected !!