BeritaLokal, Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun pada tahun buku 2025, menggandengkan peningkatan pendapatan sebesar Rp 8,77 triliun dari periode lalu. Peningkatan ini ditopang oleh strategi pengembangan kawasan properti yang berkonsentrasi pada wilayah kelapa gading, sepong, bekasi, bogor, bandung, karawang, makassar, crown gading, dan tangerang.
Pengembangan kawasan tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan SMRA, dengan segmen properti (Property Development) menghasilkan pendapatan Rp 5,51 triliun, menjadi penyumbang utama sebesar 63% dari total pendapatan. Di sisi lain, segmen investasi properti dan manajemen mencatat pertumbuhan pendapatan Rp 2,28 triliun dengan peningkatan 6%, terutama karena peningkatan pendapatan sewa pusat perbelanjaan yang naik sebesar Rp 113,85 miliar.
Peningkatan ini dipengaruhi oleh permintaan pasar terhadap produk properti baru, khususnya pada segmen menengah dan atas. Sementara itu, bisnis perhotelan tetap memberikan kontribusi positif dengan pendapatan sebesar Rp 981,12 miliar, meningkat 1% dibandingkan tahun lalu.
Dalam RUPST 2025, SMRA juga mengumumkan susunan direksi yang terdiri dari Komisaris Utama Soetjipto Nagaria, Komisaris Harto Djojo Nagaria, Komisaris Liliawati Rahardjo, Komisaris Hendri Rahardja, Komisaris Independen Edi Darnadi dan Kris Erlangga Adji Widjaya, serta Direktur utama Adrianto Pitojo Adi. Direksi lainnya termasuk Soegianto Nagaria, Herman Nagaria, Sharif Benyamin, Lydia Tjio, dan Nanik Widjaja.
Kinerja SMRA mencerminkan keberhasilan dalam mengelola bisnis properti dengan strategi yang fokus pada pertumbuhan ekosistem kawasan dan penguatan visibilitas di pasar investasi. Dengan laba bersih yang meningkat, perusahaan tetap mempertahankan kepercayaan investor dan menjaga momentum pertumbuhan dalam jangka panjang.