Antam Tebar Dividen Rp 5,04 Triliun

BeritaLokal, Jakarta – PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 5,04 triliun atau 70% dari laba bersih tahun 2025, yang meningkat 106% dibandingkan 2024. Pemegang saham juga menyetujui alokasi pendapatan sebesar Rp 2,16 triliun untuk pengembangan strategis, seperti proyek hilirisasi nikel dan ekosistem baterai kendaraan listrik. Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, menegaskan bahwa kinerja perseroan didukung oleh fundamental bisnis yang kuat, efisiensi operasional, serta komitmen untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral nasional.

Selain itu, Antam memperkuat fondasi jangka panjang melalui pengembangan proyek hilirisasi dan integrasi rantai nilai mineral. RUPST 2025 menyetujui penugasan khusus dari pemerintah untuk percepatan program hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional, yang mencakup kegiatan pertambangan, pembangunan pabrik RKEF/RKSBF, fasilitas HPAL, refinery, prekursor, katoda, battery cell, serta fasilitas recycling. Proyek ini diharapkan meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral dan memperkuat ketahanan bisnis perseroan.

Di tengah dinamika pasar global yang terus berubah, Antam menegaskan komitmen untuk mempertahankan efisiensi operasional dan menerapkan prinsip ESG dalam strategi korporasi. Pemegang saham juga mengangkat Aryanto Wibowo sebagai Komisaris Utama, I Dewa Wirantaya menjadi Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir, serta Arini Kasmira sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Perubahan susunan pengurus memperkuat tata kelola perusahaan dengan mengganti M. Rudy Salahuddin Ramto sebagai Komisaris sejak 19 Desember 2025.

Pertumbuhan laba bersih Rp 7,92 triliun di tahun 2025 mencerminkan kinerja operasional yang optimal, peningkatan portofolio komoditas, dan penguatan eksekusi strategi bisnis. Antam juga menekankan pentingnya integrasi rantai nilai mineral untuk meningkatkan daya saing industri nasional, sejalan dengan agenda Asta Cita ke-5 yang fokus pada hilirisasi sumber daya alam.

Kerja sama antara Antam dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) bersama HYD Investment Limited akan menjadi fokus utama dalam pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia. Proyek ini diharapkan mendukung pertumbuhan berkelanjutan serta memperkuat kestabilan bisnis perseroan secara finansial dan operasional.

error: Content is protected !!