BeritaLokal, Jakarta – Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan strategi penting dalam menjaga keamanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global. Acara Brussels Economic Security Forum (BESF) di Brussel, Belgia, menjadi tempat ia berbagi perspektif pemerintah terkait kesiapan menghadapi ancaman eksternal.
Dalam forum tersebut, Airlangga menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia menyatakan, kebutuhan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri adalah faktor krusial dalam menghadapi berbagai krisis yang muncul di berbagai wilayah dunia. “Dari perspektif Indonesia, keamanan ekonomi akan terjamin dengan swasembada pangan, ketahanan pangan serta energi,” kata Airlangga, menegaskan pentingnya sistem produksi dalam mengatasi tekanan ekonomi global.
Indonesia telah merancang strategi jangka panjang untuk memperkuat swasembada pangan melalui ketersediaan input produksi, termasuk pupuk dan energi. Ia menegaskan bahwa kebutuhan pupuk harus dipenuhi secara domestik, terutama dengan penggunaan energi berbasis domestik seperti gas. “Indonesia telah membuat strategi untuk menyediakan input seperti pupuk berdasarkan energi domestik,” kata Airlangga. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas sektor pertanian meski dunia menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik.
Selain itu, Indonesia juga fokus pada ketahanan energi. Airlangga menegaskan bahwa ketergantungan negara terhadap pasokan energi dari kawasan Timur Tengah relatif rendah, hanya sekitar 20 persen dari kebutuhan minyak mentah nasional. “Kita tidak bergantung terlalu besar pada kawasan tersebut,” ujarnya. Pemerintah telah mencegah potensi gangguan pasokan dengan memperluas sumber energi dari negara lain, seperti melalui kesepakatan tarif timbal balik dengan AS dan akses Pasokan Pertamina di Venezuela.
Airlangga menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi risiko gangguan pasokan energi yang mungkin terjadi akibat perang atau ketidakstabilan geopolitik. “Jika perang tidak terlalu lama, hanya empat hingga enam bulan, Indonesia relatif aman,” katanya. Ia juga menekankan bahwa ekspor pupuk ke negara tetangga seperti Australia dan Filipina menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan kawasan ASEAN.
Dalam forum BESF, Airlangga menyampaikan bahwa strategi pemerintah tidak hanya fokus pada aspek domestik, tetapi juga mencakup kolaborasi dengan negara lain untuk memastikan ketahanan ekonomi global. Ia menegaskan bahwa keamanan ekonomi Indonesia terwujud dalam kerja sama yang sinergis antar negara, termasuk penggunaan sumber daya energi dan pangan secara berdampak minimal.
Dengan strategi ini, Indonesia dijagaku sebagai salah satu negara yang mampu memenuhi kebutuhan ekonominya meskipun menghadapi tantangan global. Airlangga menutup pernyataannya dengan harapan bahwa kerja sama internasional akan terus menjadi pondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
Artikel Terkait
Thom Haye Rekan Meriahkan Piala AFF dengan 3 Assist
27 Juli 2026
Piala AFF 2026: Nilai Pasar Timnas Indonesia Termahal
27 Juli 2026
Tempat Menonton Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari
27 Juli 2026
Kerja Migran Indonesia di Malaysia Porsi 50,6%
27 Juli 2026
Orkestra TRUST Raih Juara Utama di Beijing 2026
27 Juli 2026
Super El Niño Memaksa Indonesia Rentan Inflasi Global
27 Juli 2026
Indonesia Juara China Open 2026, Ganda Putra Mencetak Sejarah
27 Juli 2026
Kamboja Menantang Indonesia di Piala Dunia 2026 Optimis 200%
26 Juli 2026
Memuat komentar...