Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi pembicara di acara Brussels Economic Security Forum (BESF), di Brussel, Belgia.
PerbesarMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam acara Brussels Economc Security Forum (BESF), di Brussel, Belgia.
, Jakarta – Pemerintah Indonesia memastikan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) telah mencapai tahap akhir dan ditargetkan ditandatangani pada tahun ini.
Kesepakatan dagang yang telah dinegosiasikan selama lebih dari sembilan tahun itu akan membuka akses pasar yang lebih luas dengan penghapusan sekitar 98% tarif perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa.
“Perdagangan antara Indonesia dan Eropa belum mencapai potensi maksimalnya karena tarif. Namun dengan implementasi CEPA, di mana 98% tarif akan menjadi nol, saya pikir peluang besar akan datang,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam acara Brussels Economic Security Forum (BESF), di Brussel, Belgia, Jumat (5/6/2026).
Airlanggga mengatakan penyelesaian IEU-CEPA menjadi momentum penting bagi hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa di tengah meningkatnya ketidakpastian global serta kecenderungan sejumlah negara mengedepankan kebijakan unilateral.
Menurut Airlangga, implementasi perjanjian tersebut akan membawa hubungan perdagangan dan investasi kedua kawasan ke level yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat kolaborasi ekonomi antara salah satu negara terbesar di ASEAN dan Uni Eropa.
Perjalanan Panjang Perundingan CEPA
PerbesarMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam acara Brussels Economc Security Forum (BESF), di Brussel, Belgia.
Dalam Brussels Economic Security Forum (BESF), Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia dan Uni Eropa telah menempuh perjalanan panjang dalam menyelesaikan perundingan CEPA.
“Dari perspektif Indonesia, Indonesia dan Eropa saling melengkapi. Kita tidak benar-benar bersaing dalam produk yang kita hasilkan masing-masing. Jadi saya pikir dengan itu, perdagangan yang saling melengkapi antara keduanya, saya pikir kita perlu meningkatkannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kesepakatan tersebut tidak hanya berfokus pada perdagangan barang dan jasa, tetapi juga menjadi simbol penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Uni Eropa dalam bidang investasi, standar ekonomi, serta pengembangan rantai pasok global.Airlangga menilai kehadiran CEPA akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra penting Eropa di kawasan Indo-Pasifik.
