Purbaya Mau Terbang ke China Promosikan Panda Bond

BeritaLokal, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan melakukan kunjungan kerja ke China dan Inggris pada bulan ini untuk mempromosikan instrumen surat utang baru bernama Panda Bond. Kepertahanan rupiah, krusial dalam menghadapi tekanan pasar global, menjadi fokus utama perjalanan Purbaya yang dijadwalkan berlangsung dari 16 Juni hingga 17 Mei 2026.

Panda Bond, instrumen surat utang diterbitkan pemerintah dalam mata uang yuan, dirancang sebagai bagian strategi diversifikasi sumber pendanaan dan memperkuat posisi rupiah. Purbaya mengatakan bahwa kunjungan ke China akan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan instrumen ini kepada investor global, sementara perjalanan ke Inggris bertujuan untuk berinteraksi dengan investor Eropa dalam konferensi pers dan menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia.

Selain itu, Purbaya juga menyoroti pembentukan Dana Stabilisasi Obligasi (BSF) sebagai upaya menghadapi risiko tekanan pada rupiah akibat ketergantungan terhadap dolar AS. BSF, yang akan dibentuk bersama Bank Indonesia, diharapkan mampu menstabilkan harga obligasi domestik saat terjadi kelumpuhan pasar atau aksi jual oleh investor asing. Purbaya menegaskan bahwa dana dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan dukungan lembaga pemerintah akan menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan BSF.

Analisis ekonomi menyebutkan bahwa kombinasi BSF dengan Panda Bond dapat memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas rupiah. Pengamat Komoditas Wahyu Laksono menilai langkah pemerintah untuk melibatkan instrumen ini sebagai strategi penting dalam menjaga harga pasar, mengurangi tekanan inflasi, dan memperkuat kepercayaan investor terhadap sistem keuangan nasional.

Purbaya juga menyebutkan bahwa penggunaan BSF harus dipandang sebagai bantalan defensif, bukan solusi untuk menguatkan rupiah secara agresif. “Jika dana cukup besar, BSF bisa menjadi benteng pertahanan yang efektif,” katanya. Namun, strategi ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan investor bahwa perekonomian Indonesia berjalan stabil.

Kombinasi langkah-langkah seperti penerbitan Panda Bond dan pembentukan BSF menunjukkan langkah aktif pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasar keuangan. Dengan memperoleh pendanaan dalam yuan, pemerintah diharapkan mengurangi ketergantungan pada dolar AS, sehingga tekanan permintaan USD bisa berkurang. Perluasan kapital inflow juga dijadikan alat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kepercayaan pasar.

Dampak jangka pendek dari langkah-langkah ini diperkirakan akan terlihat pada kuartal II 2026, saat rupiah berpotensi lebih stabil di tengah tekanan pasar global. Purbaya mengingatkan bahwa keberhasilan penerbitan Panda Bond sangat bergantung pada efisiensi manajemen dana dan koordinasi antara pemerintah, lembaga keuangan, serta Bank Indonesia.

Artikel Terkait

0