Marco Anak Diah Permatasari juga menjawab kemungkinan soal melanjutkan studi ke S2.
PerbesarDiah Permatasari Temani Marco Tanding Basket (Sumber: Instagram/dps_diahpermatasari)Jadi intinya…
- Marco, putra Diah Permatasari, memilih langsung bekerja di Indonesia setelah lulus S1.
- Marco terbiasa tampil di depan publik, berbeda dengan kakaknya yang di balik layar.
- Marco memiliki aturan foto di medsos ibunya dan menganggap ibunya cerewet.
, Jakarta – Putra bungsu Diah Permatasari, Marco, baru saja tiba di Indonesia setelah menyelesaikan studi strata satunya di luar negeri. Alih-alih melanjutkan ke jenjang berikutnya, Marco justru memiliki rencana lain.
“Kalau mengenai S2, jujur belum terpikirkan sih. Rencana aku setelah lulus S1 mau langsung kerja saja di sini. Mau itu di dunia entertainment atau kantoran, tidak masalah, yang penting di Indonesia,” ungkap Marco di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026).
Berbeda dengan sang kakak, Marcel, yang lebih senang berada di balik layar, Marco justru sering muncul menemani ibundanya di berbagai acara. Ia mengaku sudah terbiasa dengan sorotan kamera yang kerap diarahkan kepadanya sejak kecil.
“Ya, sudah biasa sih,” katanya.
Diah Permatasari menjelaskan bahwa perbedaan karakter antara kedua putranya memang sangat terlihat dalam urusan tampil di depan publik. Ia menyebut Marco memang memiliki ketertarikan yang berbeda dari sang kakak.
“Marco sudah biasa. Kalau kakaknya memang tidak terlalu suka tampil, dia lebih memilih di belakang layar, mungkin jadi sutradara. Dia tidak mau jadi bintang filmnya,” tutur Diah.
Aturan dari Marco untuk Diah Permatasari
PerbesarMarco Nicholas dan Diah Permatasari [Foto: Instagram/ Diah Permatasari]
Meski sering tampil bersama, ternyata Marco memiliki aturan tersendiri sebelum wajahnya terpajang di media sosial sang mama. Ia seringkali memberikan protes jika ibunya mengunggah foto tanpa persetujuan darinya.
“Oh, ada pembicaraan dulu biasanya. Dia suka minta lihat dulu fotonya sebelum diposting. Kalau saya main asal posting saja, dia suka komplain kalau fotonya dia rasa kurang oke,” ujarnya.
Marco pun menimpali pernyataan ibunya dengan candaan yang membuat suasana wawancara semakin cair. Ia merasa sang mama terkadang melupakan kesepakatan tersebut dengan sengaja demi kepentingan konten media sosial.
“Iya, tapi Mama sering lupa atau sengaja ya?” canda Marco seraya tertawa.
Sifat Mama yang Bikin Stres
Kedekatan ibu dan anak ini juga diwarnai dengan cerita unik tentang sifat asli Diah Permatasari saat berada di rumah. Marco berkelakar bahwa ada sifat mamanya yang ia harap tidak dimiliki oleh calon pasangannya di masa depan.
“Hmm, mungkin jangan terlalu cerewet ya. Kadang-kadang bikin stres, apalagi kalau baru bangun tidur tiba-tiba Mama sudah masuk kamar dan bicara panjang lebar soal ini itu,” selorohnya.
Diah hanya bisa tertawa menanggapi keluhan jujur dari putranya yang kini sudah beranjak dewasa tersebut. Namun, Marco menegaskan bahwa kebiasaan sang mama yang dianggapnya cerewet itu cukup sering terjadi setiap pekannya.
“Sering sih, hampir tiap minggu,” tambah anak bungsu Diah tersebut.
Kriteria Pasangan Marco
Menanggapi soal kriteria pasangan sang putra, Diah mengaku tidak ingin memberikan standar yang terlalu berat bagi calon menantunya nanti. Baginya, kebahagiaan sang buah hati adalah prioritas utama mengingat usia sang anak yang masih tergolong sangat muda.
“Marco kan masih muda, 19 tahun. Perjalanan menuju pernikahan masih sangat panjang. Yang penting sekarang Marco , Mama juga pasti ,” pungkas Diah Permatasari.
