BeritaLokal, Jakarta – Menaker Sebut 30% Peserta Magang Nasional Ditawari Pekerjaan, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa dari seluruh peserta program magang nasional 2025, sepertiga bagian telah menerima tawaran kerja langsung setelah pelaksanaan magang berlangsung. Angka ini menunjukkan efektivitas pemerintah dalam menghubungkan lulusan sarjana dengan peluang profesional di sektor publik dan swasta.
Program magang nasional tahun 2025 berangkat dengan pendaftaran resmi dan samaknya mencapai 102.696 peserta, termasuk penempatan di kementerian, lembaga pemerintah, dan perusahaan swasta. Menara disusun di akhir semester, peserta menjalani evaluasi memakan waktu satu minggu, yang menilai kemampuan teknis, integrasi tim, dan pencapaian proyek. Hasilnya tercatat bahwa 30% peserta-sejumlah 30.887 individu-ditawarkan posisi tetap di organisasi tempat mereka magang. Angka ini mencerminkan bahwa sebagian peserta berhasil membuktikan nilai tambah bagi perusahaan sekutunya.
Pada Senin, 20 Juli 2026, Yassierli hadir di rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa 30% dari semua peserta magang mendapat penawaran pekerjaan sebagai pijakan bagi pencari kerja baru. Ia menjelaskan bahwa program magang nasional menyiapkan tenaga kerja yang lebih kompeten, terutama bagi lulusan yang belum berpengalaman. Menurutnya, penerimaan tawaran kerja di jenjang swasta lebih tinggi karena sektor swasta lebih cepat menilai dan memutuskan rekrutmen berdasarkan kinerja selama magang.
Kementerian dan lembaga pemerintah, sebaliknya, belum menawarkan posisi kepada peserta magang karena proses rekrutmen di lembaga pusat dilakukan secara terpusat melalui KemenPAN‑RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi). Menurut Yassierli, proses ini masih menerapkan kuota formasi dan posisi yang terbatas, sehingga tidak semua peserta magang memiliki akses langsung ke penempatan permanen. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mencari cara untuk memperluas peluang kerja bagi peserta magang di sektor publik, termasuk lewat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan program pasca-magang.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Menaker mengumumkan dua program unggulan: program pemagangan nasional dan pelatihan vokasi. Kedua program tersebut ditujukan agar antusiasme lulusan sarjana dapat dikaitkan dengan kompetensi yang relevan bagi pasar kerja domestik maupun internasional. Yang pertama menampilkan proses pembelajaran intensif dan penempatan di industri, sementara pelatihan vokasi memberi sertifikasi resmi yang memudahkan peserta melangkah ke jalur karier spesifik. Yassierli menyatakan bahwa kerjasama dengan mitra industri akan terus ditingkatkan agar peserta dapat menemukan peluang kerja yang sesuai dengan minat dan keahlian mereka.
Pendaftaran Angkatan Dua Dibuka
Pada 16 Juli 2026, Menteri Ketenagakerjaan membuka pendaftaran peserta program Magang Nasional Angkatan Dua Batch I. Pemerintah memperbesar kuota hingga 150 ribu peserta, yakni lonjakan 50% dibandingkan tahun sebelumnya. Yassierli mengimbau calon peserta untuk mempersiapkan berkas lengkap dan mengoptimalkan pilihan industri yang sesuai dengan minat mereka. Pendaftaran berlangsung dari 15 hingga 28 Juli, sementara verifikasi dokumen selesai pada 15 Juli. Dalam ajakan Instagram resminya, Yassierli menekankan pentingnya persiapan matang agar program ini dapat memberikan pengalaman belajar yang memperkaya dan menjadi batu loncatan bagi karier jangka panjang.
Tahapan Seleksi Program Magang
Setelah penutupan pendaftaran, Kemnaker melaksanakan penyaringan usulan prioritas penyelenggara dari 29 Juli hingga 5 Agustus. Rencana lengkapnya kemudian dibahas di rapat pleno penetapan peserta pada 6 Agustus, diikuti dengan pengumuman resmi pada 7 Agustus. Hari pertama pelaksanaan magang dimaksudkan pada 10 Agustus, sementara kick‑off resmi program Angkatan Dua Batch I dijadwalkan pada 11 Agustus. Afriansyah Noor, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, menekankan bahwa variasi waktu seleksi didasarkan pada evaluasi mendalam hasil program Angkatan Satu 2025, dengan tujuan untuk memperbaiki tata kelola seperti distribusi peserta yang lebih merata, inklusif, serta sistem sertifikasi dan monitoring yang terintegrasi. Dalam pernyataannya, ia menyatakan, “Target kuota angkatan kedua naik ke 150 ribu, dibagi menjadi tiga batch, untuk memastikan setiap peserta mendapatkan kesempatan yang adil dan terukur.”
Artikel Terkait
Magang Nasional PANRB 2026 Dibuka, 76 Lulusan Jadi Praktik
25 Juli 2026
Cari Lowongan Kerja Japfa? Lihat Syarat & Cara Melamarnya
24 Juli 2026
Magang Nasional 2026 Berpiring 76 Posisi, UMR Setara
24 Juli 2026
Menteri PKP Perketat Syarat Bedah Rumah, Mudahkan Akses
22 Juli 2026
Lowongan Kerja Wedison Karir di Motor Listrik Fast Charging
21 Juli 2026
Magang Nasional Angkatan 2 Dibuka, Target 150 Ribu Peserta
16 Juli 2026
Magang Nasional 2026 Dibuka 16 Juli, Cara Daftar Lengkap
16 Juli 2026
Pendaftaran Magang Nasional 2026 Dibuka 15 Juli, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
14 Juli 2026
Memuat komentar...