BeritaLokal, Jakarta – Garuda di Dadaku: Kemenangan Nyata untuk Industri Animasi Nasional
Jakarta, 4 Juni 2026, Jelang penayangannya pada 11 Juni 2026, event screening film animasi Garuda di Dadaku dihelat di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya turut meramaikan acara tersebut, mengajak sejumlah pejabat pemerintah dan lembaga kabinet merah putih untuk menyemangati karya seni yang dihasilkan para sineas lokal.
Film ini, yang disutradarai oleh Ronny Gani, menjadi simbol kemajuan industri animasi Indonesia. Menurut Menteri Ekraf, film ini bukti transformasi nasional, dengan kualitas animasi mencapai tingkat internasional. “Ini adalah indikator kuat bahwa industri animasi kita tidak lagi sekadar menjadi pendukung industri luar, melainkan mampu mandiri sebagai produser utama kekayaan intelektual yang kompetitif di panggung internasional,” kata Riefky dalam keterangan resmi.
Dalam acara tersebut, sejumlah 18 Kementerian/Lembaga Kabinet Merah Putih turut hadir, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta para pejabat terkait. Dukungan pemerintah diwujudkan melalui pembentukan ekosistem perfilman lokal, dengan Deputi Kreativitas Media Cecep Rukendi menjadi komisaris utama dalam mengembangkan keterlibatan masyarakat.
Penghargaan terhadap Garuda di Dadaku juga diberikan oleh sutradara Ronny Gani, yang menyebut film ini sebagai IP (Intellectual Property) yang tumbuh bersama penonton Indonesia. “Kami berharap penonton Indonesia terus memberi ruang dan dukungan bagi karya-karya lokal agar industri animasi Indonesia dapat tumbuh semakin kuat di masa depan,” ujar Gani.
Film ini menampilkan keterlibatan 15 studio animasi dan 500 kreator dari berbagai daerah, membuktikan potensi industri perfilman nasional. Dengan visual olahraga dinamis dan sinematografi digital yang detail, film ini diharapkan mampu menjadi pemantik motivasi bagi sineas lain untuk menciptakan karya bermutu.
Menteri Ekraf menegaskan bahwa keberhasilan Garuda di Dadaku bukan hanya menggambarkan perubahan industri, tetapi juga menunjukkan momentum baru dalam ekonomi kreatif Indonesia. “Kita harus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan IP lokal,” kata Riefky.
Acara ini menegaskan bahwa industri animasi Indonesia tidak hanya mengandalkan ekspor, tetapi juga memiliki potensi unik dalam membangun pasar global. Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan masyarakat, harapan besar terhadap Garuda di Dadaku sebagai bukti kekuatan nasional dalam bidang perfilman.
Artikel Terkait
Ibra Film Menembus Langit Kisah Konflik Bersahabat
27 Juli 2026
Film Anak Bambu Hadirkan Kisah Keluarga Tayang 23 Juli
21 Juli 2026
Korea Batasi Honor Aktor Film Hanya 10% Biaya Produksi
17 Juli 2026
Le Vertige — Film Animasi dengan Gaya Visual Mirip Game Jadul Era PlayStation 1
30 Mei 2026
Sisca Saras Menampilkan Pesona di Fashion Carnaval Jember
27 Juli 2026
Andrew Andika Beralih Bisnis Baru, Tinggalkan Dunia Hiburan
27 Juli 2026
Sule Terbuka Teddy Jadi Ahli Waris Lina Jubaedah
27 Juli 2026
Fedi Nuril Jadi Kiper Tarkam Film, Tadah Cedera di Lapangan
27 Juli 2026
Memuat komentar...