Apple Design Awards 2026 Pilih 12 Aplikasi dan Game, Apa yang Bikin Menarik?

Apple resmi mengumumkan Apple Design Awards 2026 dengan 12 pemenang dari berbagai negara, dipilih dari 36 finalis global berdasarkan enam kategori.

PerbesarApple Design Awards 2026: 12 Aplikasi dan Game Ini Curi Perhatian. (Doc: Apple)

, Jakarta – Apple resmi mengumumkan daftar para pemenang Apple Design Awards 2026. Sebanyak 12 aplikasi dan game terpilih dari 36 finalis global, dengan para pengembang dari India, Belanda, Spanyol, hingga Amerika Serikat.

“Pemenang Apple Design Award tahun ini merupakan cerminan luar biasa dari bagaimana pengembang menciptakan pengalaman yang luar biasa,” kata Susan Prescott, Vice President of Worldwide Developer Relations di Apple, sebagaiman dikutip dari situs perusahaan, Kamis (4/6/2026).

Ia menambahkan, aplikasi dan game terpilih memperlihatkan potensi besar platform Apple, baik lewat fitur intuitif maupun pengalaman bermain menyenangkan.

Menariknya, tidak semua pemenang mengusung nama atau studio pengembang besar. Sejumlah pengembang indie pun juga turut masuk ke dalam daftar Apple Design Awards 2026.

Kemenangan yang Paling Dibicarakan


Salah satu pemenang adalah Blue Prince. Game buatan Dogubomb (AS) ini memenangkan kategori Inovasi untuk game. Sejak rilis, game eksplorasi-puzzle ini sudah jadi pembicaraan panjang di komunitas gaming.

Penuh lapisan narasi tersembunyi, rahasa yang butuh berjam-jam untuk diungkap, dan atmosfer susah dijelaskan bila belum memainkan game ini secara langsung. Wajar bila Apple ikut terkesan.

Di sisi aplikasi pada kategori sama ada NBA: Live Games & Scores dari NBA Media Venture. Pengembang memperlihatkan bagaimana Apple Vision Pro diubah menjadi perangkat hiburan sungguhan.

Lewat aplikasi ini, pengguna bisa menonton hingga lima pertandingan sekaligus, statistik real-time mengambang, dan mode meja 3D.

 

Inklusivitas yang Tidak Setengah-setengah

Guitar Wiz karya Bijoy Thangaraj dari India menang di kategori Inklusivitas untuk aplikasi. Tak hanya menonjolkan beragam fitur, pengembang memperlihatkan bagaimana aplikasi ini mampu memanfaatkan Dynamic Type, Increased Contrast, dan Differentiate Without Color secara menyeluruh, bukan sekadar daftar centang aksesibilitas formalitas. 

Pine Hearts dari Hyper Luminal Games (Inggris) menang di sisi game. Dengan kontrol sepenuhnya bisa disesuaikan dan feedback sensorik adaptif, game ini membuktikan aksesibilitas tidak harus mengorbankan pengalaman bermain.

Paling Tak Terduga 

Consume Me dari Jenny Jiao Hsia dan AP Thompson memenangkan kategori Dampak Sosial untuk game. Karya autobiografi personal ini mengangkat tema citra tubuh dengan cara jarang dicoba, yakni lewat mekanik permainan, bukan ceramah.

Sementara itu, grug, dari Ocha (Belanda) menang di kategori Kegembiraan. Aplikasi afirmasi ini menghadirkan cara yang menghibur untuk menyimak ocehan sederhana sehari-hari. 

Dengan sebuah ide sederhana, setiap prompt disampaikan dengan penuh pertimbangan untuk menawarkan momen renungan yang kecil, tetapi bermakna bagi para penggunanya.

Tren Liquid Glass

Dua pemenang secara khusus disebut karena integrasi Liquid Glass. Moonlitt: Moon Phase Tracker dari Flipping Hues (Italia) menang kategori Interaksi untuk aplikasi.

Sementara itu, Tide Guide: Chats & Tables dari Condor Digital (AS) meraih Visual dan Grafis. Keduanya menunjukkan, Liquid Glass bukan sekadar estetika. Jika di tangan tepat, ia bisa menjadi pengalaman tersendiri. 

Melengkapi daftar, Is This Seat Taken? (Poti Poti Studio, Spanyol) menang Kegembiraan untuk game, Sago Mini Jinja’s Garden (Kanada) menang Interaksi via Apple Arcade, dan Primary: News in Depth (Wood Metal Rocks, AS) meraih Dampak Sosial untuk aplikasi.

Dua belas pemenang, dua belas cerita berbeda, dari studio besar sampai dua orang yang memutuskan membuat game tentang pengalamannya sendiri.



error: Content is protected !!