Menghadapi pelemahan rupiah dan lonjakan harga emas, PT Hartadinata Abadi Tbk menyiapkan strategi memperluas produk emas yang terjangkau.
PerbesarGerai PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). (Foto: Hartadinata Abadi)
, Jakarta – PT Hartadinata Abadi Tbk (HARTA) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya harga emas. Salah satu langkah utama yang ditempuh adalah memperluas penawaran produk emas yang lebih terjangkau bagi berbagai lapisan masyarakat.
“Kalau kita melihat keseluruhan bahwa di tahun 2026 sampai nanti di semester kedua, kita punya strategi bahwa produk-produk kami memang yang kita tawarkan kepada masyarakat itu adalah produk-produk yang sebetulnya bisa affordable buat seluruh lapisan masyarakat. Either it’s middle to low class, middle to high class,” kata Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto, dikutip Kamis (4/6/2026).
Lebih lanjut, Sandra mengatakan kondisi ekonomi yang tidak menentu memang berdampak terhadap daya beli masyarakat. Namun, di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk menyimpan kekayaan dalam bentuk emas justru terus meningkat.
Menurutnya, emas semakin dipandang sebagai instrumen penyimpanan nilai yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi mata uang.
“Kita lihat bahwa ada daya beli masyarakat yang akhir-akhir ini cukup mungkin dibilang menurun. Kita lihat tapi awareness atau kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menyimpan tabungan dalam produk emas itu juga semakin meningkat,” ujarnya.
Permintaan Bergeser ke Gramasi Lebih Kecil
PerbesarPT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) adalah produsen dan penyedia perhiasan emas yang sudah berdiri lebih dari 35 tahun di Indonesia. (Dok HRTA)
Hartadinata mengakui kenaikan harga emas memang memengaruhi pola pembelian konsumen. Saat harga emas meningkat, masyarakat cenderung memilih produk dengan gramasi yang lebih kecil agar tetap sesuai dengan kemampuan finansial mereka.
Sandra menuturkan bahwa fenomena tersebut terlihat jelas dalam beberapa waktu terakhir. Kendati demikian, perubahan ukuran pembelian tidak serta-merta menurunkan minat masyarakat terhadap emas.
“Memang kalau kita lihat harga emas yang semakin tinggi mengakibatkan bahwa demand juga yang muncul yang lebih banyak didominasi oleh gramasi yang sekarang jauh lebih kecil,” ujarnya.
Andalkan Strategi Pricing
PerbesarPT Hartadinata Abadi Tbk memperpanjang kontrak kerjasama ekspor dengan LP Commodities Private Limited (LPCPL) India dari periode 16 Oktober 2023 hingga 31 Desember 2023. (Dok HRTA)
Selain memperluas produk yang lebih terjangkau, Hartadinata juga mengandalkan strategi pricing untuk menjaga daya tarik produknya di pasar.
Sandra menyebut perseroan memiliki strategi harga dengan spread jual dan beli yang kompetitif, sehingga memberikan nilai tambah bagi konsumen yang ingin berinvestasi emas.
“Saya kira strategi pricing juga dari Hartadinata sendiri, di mana kita sebetulnya punya strategi pricing yang punya spread harga jual dan beli yang paling baik sebetulnya untuk produk kami saat ini,” pungkasnya.
