beritalokal.my.id, Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat (AS) meningkatkan tekanan terhadap jaringan keuangan Iran dengan menjatuhkan sanksi kepada Nobitex, bursa kripto terbesar di negara tersebut. Selain Nobitex, sanksi juga dikenakan kepada tiga platform perdagangan aset digital lain yang berbasis di Iran.
Dikutip dari CoinMarketCap, Rabu (3/6/2026), langkah ini merupakan bagian dari kampanye “Economic Fury” yang dijalankan pemerintahan Presiden Donald Trump. Program tersebut bertujuan mengganggu jalur keuangan yang menurut Washington digunakan untuk mendukung berbagai entitas dan aktivitas yang dikenai sanksipemerintah Iran.
Berdasarkan keterangan Office of Foreign Assets Control (OFAC) di bawah Departemen Keuangan AS, Nobitex memegang peran dominan dalam pasar aset kripto Iran. Otoritas AS menyebut platform tersebut memproses lebih dari 50 persen arus masuk aset digital ke Iran sepanjang 2025.
Pemerintah AS menuduh Nobitex memfasilitasi penghindaran sanksi, pendanaan terorisme, serta transaksi yang berkaitan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Korps Garda Revolusi Islam Iran. Organisasi tersebut masih menjadi salah satu entitas yang dikenai sanksi berat oleh Amerika Serikat.
Sanksi tidak hanya menyasar perusahaan, tetapi juga sejumlah individu yangdengan Nobitex. Mereka antara lain Ketua Dewan sekaligus salah satu pendiri Nobitex Amir Hossein Rad, CEO saat ini Seyed Ali Khoee, serta dua pendiri lainnya, Ali Kharrazi dan Mohammad Kharrazi.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. beritalokal.my.id tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Pendiri Nobitex Ikut Masuk Daftar Sanksi
PerbesarIlustrasi kripto (Foto By AI)
Ali dan Mohammad Kharrazi diketahui berasal dari salah satu keluarga politik paling berpengaruh di Iran. Dalam investigasi media yang terbit baru-baru ini, keduanya disebut memiliki hubungan dengan lingkaran kepemimpinan tertinggi Iran.
Laporan tersebut juga menuduh bahwa ratusan juta dolar yangdengan entitas Iran yang dikenai sanksi telah mengalir melalui Nobitex.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan bahwa meskipun kondisi ekonomi Iran terus menghadapi tekanan, pemerintah negara tersebut justru memanfaatkan teknologi aset digital sebagai sarana untuk menghindari pembatasan internasional dan memindahkan aset di luar jangkauan sanksi.
Menurut Bessent, mata uang kripto kini menjadi salah satu komponen penting dalam upaya Teheran mempertahankan akses ke jaringan keuangan global di tengah meningkatnya tekanan ekonomi.
Selain Nobitex, Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi kepada tiga bursa kripto Iran lainnya, yakni Wallex, Bitpin, dan Ramzinex. Otoritas AS mengklaim platform-platform tersebut turut memfasilitasi transaksi yang melibatkan IRGC maupun organisasi lain yang telah masuk daftar sanksi.
Langkah terbaru ini menjadi eskalasi signifikan dalam upaya Washington menekan sektor aset kripto Iran. Selama bertahun-tahun, Nobitex dikenal sebagai salah satu pilar utama ekosistem kripto Iran dan sebelumnya belum pernah menjadi target langsung sanksi Barat meski terus mendapat sorotan dari pembuat kebijakan dan perusahaan analitik blockchain.
