beritalokal.my.id, Jakarta – Meta dikabarkan sedang menyiapkan tampilan Liquid Glass WhatsApp untuk platform Mac, dan bocoran tampilannya sudah muncul ke publik, sebelum fitur ini masuk fase beta.
Mengutip laporan WABetaInfo via 9to5Mac, Rabu (3/6/2026), Meta sedang menyiapkan antarmuka (User Interface, UI) Liquid Glass untuk WhatsApp di Mac.
Situs pelacak fitur WhatsApp itu mengungkap mampu mengaktifkan tampilan baru tersebut secara manual, padahal statusnya masih dalam pengembangan.
Mereka mengungkap, ada empat perubahan desain utama di WhatsApp versi macOS tersebut. Meta menyebut, pembaruan ini sebagai langkah untuk menyeragamkan tampilan WhatsApp di seluruh ekosistem Apple.
Salah satu perubahan paling terlihat adalah pada bilah sisi. WhatsApp versi Mac ini akan memiliki sidebar baru dengan label teks di samping setiap ikon, sehingga navigasi aplikasi terasa lebih jelas dan mudah dikenali.
Selain itu, bilah chat WhatsApp juga mendapat pembaruan visual. Menunya terlihat lebih dipoles, sementara WhatsApp juga menyiapkan bagian khusus untuk obrolan terkunci.
iPad Juga Masuk Daftar
Tak hanya di Mac, Meta juga berencana untuk membawa tampilan Liquid Glass ini ke WhatsApp versi iPad dalam pembaruan berikutnya.
WABetaInfo mengonfirmasi, setelah update ini, pengguna iPhone, iPad, maupun Mac akan menikmati pengalaman visual konsisten dan seragam di seluruh ekosistem Apple.
Meski begitu, belum ada jadwal resmi kapan Liquid Glass untuk WhatsApp Mac akan dirilis. Karena masih berada dalam tahap pengembangan, pengguna kemungkinan masih perlu menunggu sampai fitur ini masuk ke kanal beta sebelum akhirnya tersedia secara luas.
Kabar ini muncul setelah pengguna Threads juga melaporkan mendapatkan akses ke bilah navigasi bawah mirip Liquid Glass dan keyboard iOS 26 selama akhir pekan, jadi bisa jadi Meta akhirnya bersiap untuk mempercepat peluncuran di seluruh aplikasinya.
Meta Rilis Paket Berlangganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp
Meta akhirnya mulai memperkenalkan paket berlangganan baru untuk tiga aplikasi andalan mereka, yakni WhatsApp, Instagram, dan Facebook.
Per hari ini, pengguna WhatsApp, Instagram, dan Facebook resmi hadir dalam versi “Plus”, paket premium hadir dengan sejumlah fitur eksklusif untuk pengguna berbayar.
Layanan WhatsApp Plus, Instagram Plus, dan Facebook Plus tergabung dalam ekosistem baru bernama Meta One, sebuah platform uji coba Meta untuk berbagai model berlangganan, termasuk aplikasi konsumen, layanan AI, hingga akun kreator dan bisnis.
Berapa Harganya?
Mengutip Engadget, Kamis (28/5/2026), Meta membanderol Instagram Plus dan Facebook Plus masing-masing di angka USD 3,99 per bulan (sekitar Rp 65.000).
Sementara itu, WhatsApp Plus sedikit lebih murah di USD 2,99 per bulan (sekitar Rp 49.000). Perlu diingat, layanan berbayar ini baru hanya tersedia untuk pasar Amerika Serikat (AS), dan belum ada konfirmasi resmi soal ketersediaan di Indonesia.
Bagi pengguna yang berlangganan Instagram Plus, raksasa teknologi tersebut memberikan akses ke sejumlah fitur yang selama ini abses dari versi standar.
Beberapa di antaranya ada Statistics Stories, di mana pengguna IG bisa melihat siapa saja yang menonton ulang konten dan menelusuri daftar penonton secara detail.
Ada juga Spotlight Stories, Super Heart, Stealth view, Multi-adience Stories, dan masih banyak lagi. Lalu bagaimana dengan Facebook Plus?
Paket Langganan Facebook Plus
Paket berlangganan ini menawarkan fitur serupa dengan Instagram, sedangkan WhatsApp Plus fokus pada personalisasi, mulai dari tema aplikasi, nada dering eksklusif, stiker tambahan, lebih banyak chat yang bisa disematkan, serta berbagai opsi kustomisasi lainnya.
Sebelumnya, sejumlah tangkapan layar (screenshot) dari fase pengujian Instagram Plus sudah beredar di internet sejak akhir Maret lalu. Dalam tangkapan layar itu, terlihat antarmuka dengan fitur-fitur yang kini resmi diluncurkan.
Seperti perusahaan teknologi dan pengembang aplikasi lainnya, Meta memang terbiasa untuk melakukan soft testing terbatas sebelum merilis fitur besar aplikasi mereka secara global.
Meta juga tengah mengujicoba paket langganan baru untuk akun bisnis dan kreator, termasuk kemungkinan perombakan sistem Meta Verified yang selama ini menjadi jalur verifikasi berbayar.
Langkah Meta ini mencerminkan tren kian kuat di industri media sosial: platform besar tidak lagi mengandalkan iklan sebagai satu-satunya sumber pendapatan.
Ambil contoh X (dulunya Twitter), Snapchat, dan YouTube sudah lebih dulu menjajal model paket berlangganan serupa dengan hasil menjanjikan untuk membuat Meta ikut terjun.
Akan tetapi, kini yang menjadi prtanyaannya sekarang adalah apakah pengguna bersedia membayar untuk fitur-fitur yang selama ini mereka terima secara cuma-cuma?
Komentar Instagram Sekarang Bisa Diedit
Di sisi lain, Meta memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan pengguna Instagram untuk mengedit komentar yang telah mereka unggah.
Inovasi ini hadir sebagai solusi bagi pengguna yang kerap melakukan kesalahan pengetikan (typo) atau ingin mengubah pernyataan mereka sesaat setelah dipublikasikan.
Tapi, ada syaratnya. Sistem penyuntingan ini menerapkan batasan waktu yang ketat, yakni 15 menit setelah komentar dikirim. Demikian sebagaimana dikutip dari Engadget, Jumat (10/4/2026).
Langkah ini serupa dengan fitur edit pesan pada Direct Message (DM) yang telah diperkenalkan Meta pada awal 2024, sebuah penantian panjang sejak fitur berkirim pesan pertama kali diluncurkan pada 2013.
Fitur ini dirancang dengan antarmuka yang intuitif. Pengguna hanya dapat menyunting komentar yang dikirim melalui akun pribadi mereka
