beritalokal.my.id, Jakarta – Pasar saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Rabu 3 Juni 2026, di mana indeks utama Jepang, Nikkei 225, mencetak rekor tertinggi baru. Penguatan ini terjadi di tengah sikap investor yang tampaknya mengabaikan ketidakpastiannegosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Dikutip dari CNBC, Rabu (3/6/2026), indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,91%, sementara indeks Topix menguat 0,93%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga bergerak positif dengan kenaikan 0,32%.
Sementara itu, kontrak berjangka (futures) indeks Hang Seng Hong Kong terakhir diperdagangkan di level 25.853, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 26.038,32.
Pasar saham Korea Selatan tutup karena libur nasional.
Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, pada Selasa (waktu setempat) menyatakan bahwa Iran telah menempatkan ranjau di sejumlah wilayah strategis di Selat Hormuz.
“Mereka menyerang kapal-kapal komersial dan telah menanam ranjau di sebagian besar wilayah Hormuz yang merupakan perairan internasional,” kata Rubio dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS.
Sidang tersebut menjadi penampilan pertamanya di Kongres sejak pecahnya perang Iran pada 28 Februari lalu.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada CNBC bahwa Pentagon telah menghancurkan sejumlah besar ranjau laut serta lebih dari 40 kapal yang diduga digunakan untuk menebar ranjau di kawasan tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi dunia. Sebelum konflik pecah, sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati selat tersebut, menjadikannya salah satu titik paling strategis dalam rantai pasok energi internasional.
Wall Street AS
PerbesarPedagang bekerja di New York Stock Exchange, New York, 10 Agustus 2022. (AP Photo/Seth Wenig, file)
Di Amerika Serikat, kontrak berjangka indeks S&P 500, Nasdaq 100 dan Dow Jones Industrial Average cenderung bergerak datar menjelang pembukaan perdagangan.
Pada sesi perdagangan reguler Selasa, indeks S&P 500 naik 0,13 persen dan ditutup di atas level 7.600 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 228,91 poin atau 0,45%, sedangkan Nasdaq Composite mencatat kenaikan tipis sebesar 0,03%.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah masih menunjukkan tren penguatan seiring meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 1,16% menjadi US$ 94,92 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli diperdagangkan di kisaran US$ 96 per barel.
Kenaikan harga minyak mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global apabila ketegangan di sekitar Selat Hormuz terus meningkat.
