Pentagon Siapkan Kontrak Rp18 Triliun untuk Produksi 300.000 Drone Serang

BeritaLokal, Jakarta – Pentagon Amerika Serikat (Pentagon) mengumumkan rencana perekrutan perusahaan teknologi kecil untuk memproduksi sekitar 300.000 drone serang berukuran kecil dalam proyek pengadaan kontrak senilai Rp18 triliun, menurut laporan The Washington Post. Program ini bertujuan mengoptimalkan kemampuan militer di tengah pertumbuhan peran drone dalam konflik modern.

Dalam anggaran pertahanan tahun fiskal mendatang, Pentagon telah alokasikan dana sebesar USD 54,6 miliar untuk memperkuat unit perang drone. Diperkirakan kebutuhan drone kecil akan terus meningkat, sehingga pengadaan dalam jumlah besar harus dilakukan setiap tahun. Drone yang akan dibeli dihargai sekitar USD 5.000 per unit dan dirancang sebagai sistem sekali pakai, menurut Antara News.

Proses pemilihan pemasok berlangsung selama 18 bulan dengan kontrak mencapai 1,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp18 triliun. Dalam kompetisi ini, perusahaan seperti Skycutter (Inggris), Neros (Amerika Serikat), dan pihak yang menjabat sebagai mitra militer akan menjadi kandidat kuat. Pentagon juga mempersempit jumlah peserta menjadi tiga hingga lima pemasok utama untuk memastikan keputusan lebih akurat.

Uji coba kompetisi dimulai pada Februari lalu di Fort Benning, Georgia, dengan 26 perusahaan melibatkan personel militer dalam latihan pengoperasian sistem drone. Evaluasi berlangsung selama dua jam di lapangan, menilai kemampuan drone untuk menghantam target meja hingga sembilan kilometer dan mengirim bahan peledak ke dalam bangunan sasaran.

Program ini mencerminkan perubahan strategi militer AS yang semakin mengandalkan sistem nirawak berbiaya rendah, menurut pernyataan Pentagon. Kehilangan drone di medan tempur tidak dianggap sebagai beban besar karena biaya penggantiannya relatif rendah dibandingkan sistem persenjataan konvensional.

Koordinasi antara Pentagon dan Angkatan Darat serta Korps Marinir Amerika Serikat telah terjalin dalam pengembangan teknologi drone Neros, yang didirikan oleh mantan juara balap drone Soren Monroe-Anderson. Proses pemilihan pemenang akan berlangsung melalui serangkaian uji coba yang mirip kondisi pertempuran nyata.

Dengan target 300.000 drone, Pentagon menekankan pentingnya memperkuat keandalan sistem perang nirawak untuk meningkatkan efektivitas operasi militer sekaligus mengurangi risiko bagi personel di lapangan.

Artikel Terkait

0