beritalokal.my.id, Jakarta – Tiggi Band hadir dengan identitas musik segar dan tidak sekadar mengikuti selera pasar. Di antara banyaknya warna dan genre musik yang tren saat ini, Tiggi Band berjalan dengan karakter sendiri dan menghadirkan karya anti-mainstream. Mereka membawa warna beragam dari ketenangan suasana pantai hingga memori masa lalu. Aransemen yang mereka tawarkan dibuat untuk memancing penasaran publik melalui pengalaman audio yang berbeda.
“Dari nuansa pantai yang santai hingga cerita masa kecil yang bisa bikin pendengar throwback sama kenangan masa lalu,” ujar Coca sang vokalis kepada awak media di Jakarta, Minggu (1/6/2026). Tiggi Band mendekati pendengar melalui lirik-lirik yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Mereka ingin memastikan tiap nada yang tercipta memiliki ikatan emosional yang kuat dengan pengalaman nyata para penikmatnya.
“Tak hanya menghadirkan musik yang easy listening, kami konsisten membawa cerita, suasana, dan perasaan yang mudah terhubung dengan pendengar,” jelasnya. Karakter Tiggi Band kuat karena kepiawaian dalam menggabungkan berbagai elemen suara yang unik. Dalam beberapa karya, mereka mampu memadukan nuansa reggae modern, tropical vibes, hingga lirik nostalgia yang menyentuh.
Kekuatan utama dari tiap aransemen Tiggi Band terletak pada narasi yang mampu membangkitkan imajinasi siapa pun yang mendengar. Bagi Tiggi Band, musik bukan sekadar hiburan semata, melainkan medium untuk menyelami setiap momen berharga dalam hidup.
Salah satu lagu yang kini mulai mencuri perhatian publik adalah “Drinking Coconut In The Sand.” Lagu ini bernuansa tropical reggae yang menghadirkan suasana santai layaknya menikmati senja di tepi pantai.
"Waktu yang Telah Berlalu"
Tak berhenti di sana, Tiggi Band menunjukkan sisi berbeda melalui lagu “Waktu yang Telah Berlalu.” Berbeda dari karya sebelumnya, lagu ini membawa pendengar kembali ke masa kecil lewat cerita sederhana yang kini justru paling dirindukan.
“Mulai dari bermain sepeda keliling gang, menonton kartun di televisi tabung, hingga pulang di sore hari setelah dipanggil orang tua. Ini momen yang coba dihidupkan kembali melalui lirik dan aransemen musik,” tutur Coca.
Beda di Industri
Kejujuran dalam menyampaikan cerita jadi nilai jual utama yang membuat Tiggi Band beda di industri. Mereka percaya narasi apa adanya menciptakan ikatan lebih personal dengan pengalaman banyak orang. Tiggi Band yakin kekuatan tema sederhana dalam menciptakan kedekatan dengan pendengar.
Tiggi Band memilih menyampaikan musik secara apa adanya, namun justru berhasil menciptakan lagu-lagu yang terasa personal dan dekat dengan pengalaman banyak orang.
21 Lagu
Tiggi Band terus menunjukkan konsistensi dengan produktivitas luar biasa. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan, Tiggi Band telah merilis 21 lagu melalui kanal YouTube. “Dari nuansa reggae tropis hingga lagu penuh nostalgia, setiap rilisan menghadirkan experience berbeda,” pungkas Coca.
