4 Produk Apple Bekas Ini Haram Dibeli, Kenapa?

beritalokal.my.id, Jakarta – Produk besutan Apple dikenal sebagai gold standard di industri teknologi. Desain premium, ekosistem yang solid, dan durabilitas tinggi membuat gawai berlogo apel kroak ini selalu diburu, meski dibanderol dengan harga tinggi.

Bagi sebagian orang, berburu produk second-hand atau bekas menjadi jalan pintas untuk mencicipi ekosistem Apple tanpa harus menguras kantong.

Namun, kamu harus ingat bahwa tidak semua efisiensi berujung pada keuntungan. Ada kalanya, harga murah di awal justru menjadi bom waktu yang siap meledakkan pengeluaran Anda di kemudian hari.

Berdasarkan analisis terhadap aspek depresiasi baterai, biaya perbaikan, dan usia teknologi, berikut adalah empat produk Apple yang sebaiknya coret dari daftar buruan gadget bekas, sebagaimana dikutip dari BGR, Rabu (27/5/2026).

1. AirPods

Sebagai salah satu earbuds nirkabel terbaik di pasaran, AirPods bekas sangat menggoda. Namun, membelinya dalam kondisi seken merupakan pertaruhan yang sangat besar.

Masalah utamanya Apple tidak menyediakan fitur untuk mengecek battery health pada AirPods, sehingga kamu tidak akan pernah tahu apakah daya tahannya sudah menurut atau belum.

 

Jika baterainya sudah “soak”, biaya penggantian baterai mencapai kisaran Rp 700 ribuan per earbud. Angka ini hampir menyamai harga AirPods baru, mengingat peritel resmi sering memberikan diskon besar untuk produk gres.

2. Apple Watch

PerbesarApple Watch Series 11/Foto: ibox.co.id

Berbeda dengan iPhone yang jamak dilindungi casing, Apple Watch adalah perangkat yang paling rentan terhadap benturan fisik karena melekat di pergelangan tangan sepanjang hari.

Menemukan Apple Watch bekas dalam kondisi  mint condition (mulus) sangatlah langka. Mayoritas sudah mengalami baret atau penyok.

Selain itu, Apple Watch baru sekalipun harus diisi dayanya setiap hari. Pada unit bekas, penurunan performa baterai akan jauh lebih terasa. Celakanya, ongkos penggantian baterai resmi Apple Watch menyentuh angka Rp 1,5 jutaan. Alih-alih hemat, kamu justru tekor. 

3. Apple Pencil

PerbesarApple Pencil (Foto: abcnews)

Apple Pencil, Magic Keyboard, dan Magic Mouse memiliki satu kesamaan fatal. Ketiganya dirancang tanpa opsi perbaikan yang mumpuni. Apple bahkan tidak mencantumkan stylus ini dalam laman informasi perbaikan resmi mereka.

Jika kamu membeli Apple Pencil bekas dan baterai tanamnya melemah, atau terjadi kerusakan sensor internal, perangkat tersebut praktis menjadi “sampah elektronik” yang tidak bisa diperbaiki.

Membelinya dalam kondisi baru tentunya memberikan garansi pasti, termasuk fasilitas grafir nama gratis dari Apple.

 

4. MacBook Berprosesor Intel

PerbesarMacBook Intel

Sejak tahun 2020, Apple bermigrasi total ke chipset buatan sendiri, Apple Silicon (M-series). Saat ini, pasar online seperti eBay dibanjiri MacBook berbasis prosesor Intel dengan harga miring–misalnya MacBook Pro Intel seharga USD 599.

Meskipun menawarkan RAM atau kapasitas penyimpanan besar, laptop berbasis Intel ini sudah tertinggal jauh.

Arsitektur M-series jauh lebih bertenaga, hemat daya, dan senyap. Membeli MacBook Intel bekas di tahun ini sama saja dengan berinvestasi pada teknologi masa lalu yang segera dihentikan dukungannya oleh Apple.



error: Content is protected !!