BeritaLokal, Jakarta – Produk Apple dikenal sebagai gold standard di industri teknologi, dengan desain premium, ekosistem yang solid, dan durabilitas tinggi. Namun, bagi sebagian pengguna, membeli produk bekas atau second-hand menjadi jalan pintas untuk mengakses fitur Apple tanpa harus menguras kantong. Meski bermuatan keuntungan, ada beberapa produk Apple yang sebaiknya dihindari karena risiko biaya tinggi dan konsekuensi teknologis berat. Berikut empat produk Apple yang disarankan untuk dibuang dari daftar buruan gadget bekas, menurut analisis terkini.
1. AirPods
AirPods bekas sering menggoda dengan desain elegan dan fitur nirkabel terbaik di pasar. Namun, keterbatasan teknologi Apple menyebabkan risiko besar. Tanpa fitur battery health yang tersedia, pengguna tak bisa mengetahui kondisi baterai sebenarnya. Jika baterai sudah “soak”, biaya perbaikan mencapai Rp 700 ribuan per earbud, hampir sama dengan harga produk baru. Dengan diskon besar dari toko resmi, keuntungan justru terhapus.
2. Apple Watch
Apple Watch bekas sering dijual dalam kondisi mint condition, tetapi kenyataannya sangat langka. Mayoritas mengalami baret atau penyok karena desain yang rentan terhadap benturan fisik. Biaya perbaikan baterai resmi mencapai Rp 1,5 juta, memperparah keuntungan yang mungkin diperoleh dari pembelian bekas.
3. Apple Pencil & Magic Keyboard
Apple Pencil, Magic Keyboard, dan Magic Mouse dirancang tanpa opsi perbaikan yang terjangkau. Apple tidak menyediakan informasi resmi tentang perbaikan untuk produk ini. Jika baterai rusak atau sensor internal rusak, perangkat menjadi “sampah elektronik” yang tidak bisa diperbaiki. Dengan kondisi baru, garansi pasti dan fasilitas grafir nama gratis ditawarkan.
4. MacBook Berprosesor Intel
Sejak 2020, Apple bermigrasi ke chipset Apple Silicon (M-series), teknologi yang sangat bertenaga dan hemat energi. MacBook berbasis prosesor Intel justru tertinggal signifikan. Meski memiliki RAM atau penyimpanan besar, perangkat ini sudah ketinggalan zaman dan akan dihentikan dukungan penuh oleh Apple.
Kesimpulan
Meskipun produk Apple tergolong premium, beberapa produk bekas justru menawarkan risiko yang tidak sepadan. Dengan analisis teknis dan biaya perbaikan, pengguna disarankan memperhatikan kondisi produk sebelum membeli. Teknologi yang semakin majemuk membuat keuntungan dari pembelian bekas menjadi semakin rumit.
Artikel Terkait
Apple Siapkan Kejutan Baru dan Upgrade MacBook Pro Terbaru
24 Juli 2026
Apple Bocorkan Spesifikasi iPhone Air 2 Keunggulan Lengkap
24 Juli 2026
iPhone Air 2 Luncur 2027, Apple Tambah Kamera Ultra‑Wide
23 Juli 2026
Cek Versi iOS di iPhone Mudah Tanpa Ribet
22 Juli 2026
Penipuan FaceTime Terungkap, Cara Penyerang Mencuri Data
20 Juli 2026
Harga iPhone Naik, Layanan Apple Memicu Panik Konsumen
20 Juli 2026
iCloud Harga Naik di Indonesia dan Luar Negeri, Detail
19 Juli 2026
Harga iPhone Naik 11% Detail Kenaikan Harga Semua Varian
18 Juli 2026
Memuat komentar...