beritalokal.my.id, Jakarta – Pindah tugas, mutasi, atau apa pun istilahnya sebenarnya wajar bagi para pekerja di berbagai bidang termasuk aparat penegak hukum. Itu pula yang terjadi pada Ulysses (Bob Odenkirk). Ia ditugasi menjadi sheriff sementara di Normal, menggantikan Gunderston (Pat Harris) yang ditemukan tewas dalam kondisi (maaf) telanjang saat hendak memancing. Normal adalah kota kecil dengan jumlah penduduk kurang dari 2.000 jiwa.
Tak ada dinamika atau gejolak yang patut diwaspadai. Hari-hari Ulysses di Normal diisi dengan ngopi, patroli, dan menangani keributan kecil misalnya, ada warga beli tapi ogah bayar karena merasa produk tak sesuai harapan. Jam terbang memang enggak bohong. Di balik ketenangan Normal, Ulysses merasa ada hal-hal tak normal. Pertama, putri Gunderston, Alex (Jess McLeod) tak diizinkan masuk untuk menyaksikan pemakaman ayahnya.
Wali Kota Kibner (Henry Winkler) mulai melobi Ulysses dengan sejumlah “kebijakan.” Puncaknya, saat sepasang kekasih Lori (Reena Jolly) dan Keith (Brendan Fletcher) merampok bank. Ada sesuatu yang mereka incar. Perampokan amatir ini, di luar dugaan, memicu prahara besar.
Adegan pembuka film Normal, terbilang bombastis sekaligus sadis. Anda yang datang ke bioskop dalam kondisi kelelahan dan setengah ngantuk dijamin auto melek. “Problem” Normal, yakni adegan-adegan setelah pembukaan yang grande itu. Normal bertransformasi menjadi film dalam format slice of life. Ia menyajikan hari-hari tenang sang tokoh utama menyapa warga dengan segala masalah hidup mereka.
Slice of Life ala Warga Normal
PerbesarSalah satu adegan dalam film Normal. (Foto: Dok. Magnolia Pictures)
Pace dan tempo seketika melambat, karena yang disajikan sineas Ben Wheatley adegan sehari-hari. Sebagian penonton mungkin merasa tak butuh detail kehidupan warga Normal yang terasa normal-normal saja.
Beberapa penonton bisa jadi terlelap. Sebagian mengernyitkan dahi atau mulai merogoh ponsel. Kata problem saya beri tanda kutip karena sejatinya deretan slice of life ala warga Normal bukanlah adegan tak penting.
Melambat Dalam 30 Menit Pertama
PerbesarSalah satu adegan dalam film Normal. (Foto: Dok. Magnolia Pictures)
Kita diminta mengenali sejumlah warga lengkap dengan karakter dan profesinya. Tempo yang melambat dalam 30 pertama lalu berbalik 180 derajat saat adegan perampokan bank (muncul dalam trailer) dieksekusi dengan ciamik.
