beritalokal.my.id, Jakarta – Samsung Galaxy Z Fold8 kembali ramai jadi bahan perbincangan. Salah satunya adalah tentang keluhan terbesar pengguna ponsel lipat, yaitu bekas lipatan atau crease di bagian tengah layar.
Sebelumnya, Galaxy Z Fold8 sempat disebut akan membawa layar lipat bebas crease atau bekas lipatan sebelum Apple merilis iPhone lipat pertamanya.
Laporan lain di awal tahun ini juga menyebut, perusahaan asal Korea Selatan itu akan memakai teknologi layar baru untuk mengurangi visibilitas lipatan di layar sekitar 20 persen.
Namun. bocoran terbaru dari tipster Ice Universe sempat membuat fans Samsung bertanya-tanya. Ia sebelumnya menyebut, bekas lipatan pada seri Galaxy Z Fold8 tidak akan mengalami perubahan besar.
Pernyataan itu kemudian ia klarifikasi. Mengutip unggahan Ice Univers di X (dulunya Twitter), Senin (1/6/2026), ia menyebut bekas lipatan Galaxy Z Fold8 akan sebagus Oppo Find N6.
Pernyataan ini menarik, karena HP Find N6 selama ini kerap dipuji berkat tampilan layarnya nyaris bebas dari bekas lipatan.
Bila bocoran ini akurat, Galaxy Z Fold8 berpotensi membawa peningkatan penting pada pengalaman visual. Bekas lipatan memang menjadi salah satu hal yang paling sering diperhatikan pengguna saat memakai HP layar lipat, terutama ketika layar utama dibuka penuh.
Di luar rumor layar, Ice Universe juga mempertegas perubahan penamaan lini Galaxy Z Fold8. Medel yang semulanya disebut Galaxy Z Fold8 kini hadir sebagai Galaxy Z Fold8 Ultra.
Sementara itu, Galaxy Z Fold8 wide berganti nama menjadi Galaxy Z Fold8 standar.
Soal fitur, kabar menyebutkan seri Fold8 tidak kebagian Privacy Screen dari Galaxy S26 Ultra dan tidak mendukung S Pen masih berstatus rumor. Samsung belum mengonfirmasi nama, teknologi layar, fitur, maupun dukungan aksesori untuk Galaxy Z Fold8 series.
Rumor yang beredar menyebut Galaxy Z Fold8 series akan meluncur pada 22 Juli. Hingga saat itu, klaim soal layar minim lipatan, perubahan nama model, dan fitur pendukung masih perlu ditunggu pembuktiannya.
Galaxy Z Fold 8 Wide Bocor di Video Hands-On
Rumor tentang smartphone layar lipat berbentuk buku milik Samsung kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada ponsel diduga kuat sebagai Galaxy Z Fold 8 Wide.
Nama Galaxy Z Fold 8 Wide sempat mencuri perhatian karena perusahaan disebut sedang menyiapkan perubahan desain untuk lini ponsel lipat berbentuk buku miliknya.
HP Android ini disebut memiliki tampilan lebih lebar dan lebih pendek dibandingkan Galaxy Z fold generasi sebelumnya. Bocoran terbaru datang dari video hands-on dummy Galaxy Z Fold 8 Wide yang beredar di X (dulunya Twitter).
Dalam video diunggah oleh Sonny Dickson melalui akun @SonnyDickson, tampak sebuah ponsel dummy layar lipat diduga adalah HP baru milik Samsung yang berbeda dari Galaxy Z Fold selama ini dikenal.
Meski begitu, belum dapat dipastikan apakah dummy tersebut berasal dari sumber resmi atau sebatas model dibuat pihak ketiga.
Walau begitu, bentuk dummy tersebut sejalan dengan sejumlah render Galaxy Z Fold Wide yang sebelumnya sudah beredar di internet hingga saat ini.
Desain Galaxy Z Fold8 Wide
Sesuai namanya, HP baru milik perusahaan asal Korea Selatan terlihat memiliki bodi lebih lebar. Proporsinya juga tampak lebih pendek dibandingkan Galaxy Z Fold generasi sebelumnya.
Perubahan ini bisa menjadi langkah menarik dari Samsung. Selama beberapa tahun terakhir, lini Galaxy Z Fold kerap dikritik karena layar cover-nya terasa lebih sempit dibandingkan sejumlah pesaing dari China.
Jika bocoran ini akurat, Galaxy Z Fold 8 Wide bisa menjadi jawaban Samsung untuk pengguna yang ingin layar luar lebih nyaman dipakai, terutama untuk mengetik, membaca pesan, dan lainnya.
Dalam video dummy yang beredar, perangkat tersebut tampil dalam warna putih. Namun, warna pada dummy biasanya tidak selalu mewakili pilihan warna final saat produk dirilis.
Detail desain lainnya sudah terlihat jelas: dua kamera di sisi belakang, tombol power dan volume di bodi samping, serta port USB-C di bagian bawah.
Satu detail yang menarik perhatian adalah celah yang tampak di bagian engsel saat ponsel dalam kondisi tertutup. Kondisi seperti ini umum pada unit dummy pra-produksi, dan besar kemungkinan sudah disempurnakan pada unit final
