BeritaLokal, Jakarta – Survei emas mingguan Kitco menunjukkan proyeksi yang berbeda terhadap harga logam mulia dunia, dengan analis optimistis dan pesimistik menggambarkan tren harganya. Pada pekan ini, data ekonomi Amerika Serikat (AS) memperlihatkan potensi pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan harga emas, menambah ketidakpastian dalam pasar.
Pada Senin (1/6/2026), Kitco mengumumkan survei emas khusus untuk 12 analis yang menyebutkan prediksi berbeda. Sembilan dari mereka atau 75% memperkirakan harga emas akan naik pekan ini, sementara dua lainnya atau 17% menilai ada koreksi. Sisanya, 8%, mengatakan harganya akan tetap konstan. Di sisi lain, 39 suara diberikan dalam jajak pendapat daring Kitco, di mana 44% dari pelaku pasar memprediksi harga emas naik, sementara 26% berharap logam mulia melemah. Sisanya, 31%, memperkirakan harga emas tetap mendatar.
Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, mengatakan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran yang diperpanjang menjadi faktor positif bagi emas. Menurutnya, pergerakan harga emas di atas US$ 4.585 akan meningkatkan sentimen teknis. “Logam kuning telah dijual di bawah rata-rata pergerakan 200 hari sejak awal sesi untuk pertama kalinya dalam dua tahun,” ujar Chandler, menjelaskan bahwa harga emas pulih pada Kamis pekan lalu bersamaan dengan aset risiko setelah kabar gencatan senjata yang diperpanjang di Timur Tengah.
Presiden dan COO Asset Strategis Rich Checkan juga memprediksi harga emas akan naik, asumsi bahwa kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran benar. “Perang menyebabkan harga minyak lebih tinggi, inflasi lebih tinggi, dan potensi kenaikan suku bunga,” katanya. Dia menegaskan bahwa perdamaian seharusnya membawa perubahan signifikan terhadap tren harga emas.
Analitik Trade Nation David Morrison mengungkapkan bahwa emas mengalami perjalanan cukup signifikan pekan lalu. Pada awal sesi, harganya menembus level support di US$ 4.400 untuk mencapai level terendah empat minggu di bawah US$ 4.370. Morrison mengatakan penembusan ini mendorong penjualan lebih lanjut, namun emas berhasil pulih karena penurunan nilai dolar AS.
Pada pekan ini, investor fokus pada kesehatan ekonomi AS dan pasar tenaga kerja, dengan rilis data ekonomi yang padat berpotensi memengaruhi kebijakan Federal Reserve (the Fed). Harga emas didukung oleh ketidakpastian terkait pertumbuhan ekonomi dan arah suku bunga. Sementara perak dijual dengan campuran pengaruh moneter dan industri, merespons sentimen logam mulia serta ekspektasi aktivitas ekonomi.
Pada Selasa, investor akan mengejar laporan Lowongan Kerja JOLTs, yang menjadi indikator penting untuk mengukur ketatnya pasar tenaga kerja. Laporan tersebut dapat mendukung harga emas dengan menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja sedang membaik. Pada Rabu, rilis Perubahan Ketenagakerjaan ADP dan PMI Jasa ISM akan menjadi fokus utama, meskipun angka ADP tidak selalu akurat memprediksi laporan ketenagakerjaan pemerintah.
Klaim pengangguran mingguan pada Kamis juga menjadi indikator penting tentang kesehatan pasar tenaga kerja. Meski ada kekhawatiran pertumbuhan yang lambat, ekonom tetap mengkarakterisasi pasar tenaga kerja sebagai sangat tangguh.
Sementara itu, rilis Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat akan menjadi data paling dinantikan untuk pengambilan keputusan Fed. Laporan ketenagakerjaan akan memberikan penilaian tentang perekrutan, pengangguran, dan pertumbuhan upah, yang merupakan masukan penting dalam kebijakan moneter. Para pedagang harus bersiap menghadapi volatilitas pasar logam mulia karena reaksi pasar terhadap bukti baru tentang arah perekonomian AS.
Dengan hampir setiap rilis data penting minggu depan yang membawa implikasi bagi kebijakan moneter, para pedagang harus bersiap menghadapi pergeseran harga emas yang dinamis.
Artikel Terkait
Harga Emas Mengambang di Tengah Geopolitik, Pasar Bearish
20 Juli 2026
Harga Nikel Diprediksi Raih Level Baru Karena Konflik Timur
19 Juli 2026
Harga Emas Dunia Tetap Stabil, Investor Diikuti Data Inflasi
17 Juli 2026
Bursa Mineral Resmi Mulai 2027, OJK Siap Nikmatkan Investor
16 Juli 2026
Harga Emas Antam Turun Rp 20 Ribu, Investor Perlu Pantau Inflasi dan Kebijakan Fed
13 Juli 2026
Harga Emas 24 Karat Stabil di Antam dan Pegadaian 6 Juli 2026: Harga Murah!
6 Juli 2026
Komoditas Terancam Usai Serangan Rusia ke Kyiv Makin Masif
6 Juli 2026
Fed Menurunkan Suku Bunga: Harga Emas Menguat
5 Juli 2026
Memuat komentar...