beritalokal.my.id, Washington, DC – Seorang mantan pejabat senior Central Intelligence Agency (CIA), badan intelijen luar negeri Amerika Serikat (AS), yang memiliki izin akses rahasia tingkat tertinggi didakwa mencuri uang negara alias korupsi. Demikian menurut dokumen pengadilan dan sejumlah pihak yang mengetahui riwayat pekerjaannya, sebagaimana dilaporkan NBC pada Kamis (28/5/2026).
David Rush, yang pernah menduduki posisi manajerial, didakwa pekan lalu di Pengadilan Distrik Timur Virginia. Pengacaranya tidak menanggapi permintaan komentar.
Menurut dokumen FBI yang diajukan ke pengadilan seperti dikutip dari laporan kantor berita Anadolu, antara November hingga Maret Rush meminta dana dalam jumlah besar untuk keperluan yang diklaim berkaitan dengan pekerjaannya. Dana yang diminta mencakup mata uang asing serta batangan emas senilai puluhan juta dolar AS.
Namun, penyelidik menduga sebagian dana tersebut tidak digunakan untuk kepentingan resmi. Dokumen pengadilan menyebutkan bahwa Rush diduga mengambil sebagian dana yang ia minta untuk keperluan pribadi dan memindahkannya ke rumahnya.
Penyelidikan kemudian menemukan bahwa hanya sebagian dana yang tersimpan di sebuah ruang penyimpanan dekat kantornya. Pada 18 Mei, agen federal menggeledah rumah Rush dan menyita sekitar 300 batangan emas senilai lebih dari US$ 40 juta.
Selain itu, menurut dokumen pengadilan, agen juga menyita sekitar US$ 2 juta uang tunai serta 35 jam tangan mewah.
Dokumen yang diajukan ke pengadilan tidak menyebutkan nama lembaga tempat Rush bekerja. Namun, dua sumber yang mengetahui riwayat kariernya mengatakan bahwa ia bekerja di CIA. Salah satu sumber tersebut mengatakan bahwa hampir seluruh dana yang hilang, termasuk mata uang asing dan emas, telah ditemukan kembali.
Dalam pernyataan bersama, CIA dan FBI mengatakan bahwa penangkapan tersebut merupakan hasil tindak lanjut dari penyelidikan internal CIA.
“Setelah penyelidikan internal CIA mengidentifikasi kemungkinan pelanggaran hukum, Direktur CIA John Ratcliffe merujuk informasi tersebut kepada FBI untuk dilakukan penyelidikan penegakan hukum,” bunyi pernyataan itu.
“FBI bekerja sama erat dengan mitra kami di CIA dan Departemen Kehakiman saat kami terus menyelidiki kasus ini secara menyeluruh. Kami berkomitmen untuk mengikuti fakta, memastikan akuntabilitas, dan menegakkan keadilan sesuai dengan hukum.”
Memalsukan Riwayat Pendidikan dan Karier
Kasus ini berpotensi memicu sorotan terhadap sistem pemeriksaan keamanan pemerintah federal AS, yang dirancang untuk mendeteksi ketidakwajaran finansial dan risiko lain di kalangan pegawai yang memiliki akses terhadap informasi sensitif atau rahasia.
Sebelum memberikan akses terhadap materi rahasia, pemerintah AS melakukan pemeriksaan latar belakang terhadap pegawai intelijen dan keamanan nasional. Setelah mereka direkrut, pemerintah terus memantau aktivitas keuangan, perjalanan, catatan kredit, serta data lainnya melalui program yang dikenal sebagai continuous vetting atau pemeriksaan berkelanjutan.
Program tersebut diawasi oleh Defense Counterintelligence and Security Agency di bawah kewenangan Office of the Director of National Intelligence. Hingga kini belum diketahui bagaimana penyelidikan awal terhadap Rush bermula sebelum akhirnya terungkap oleh audit internal CIA.
Selain dugaan pencurian uang negara, penyidik menuduh Rush selama bertahun-tahun memberikan informasi palsu mengenai latar belakang pendidikan dan pengalaman profesionalnya saat mengajukan lamaran kerja ke CIA sebanyak tiga kali.
Dalam lamaran pertamanya, ia mengklaim telah lulus dari Clemson University pada 2000. Pada lamaran berikutnya, ia menambahkan klaim bahwa dirinya memperoleh gelar pascasarjana dari Rensselaer Polytechnic Institute. Saat diterima bekerja pada 2009, Rush kembali mencantumkan kedua gelar tersebut.
Dokumen pengadilan menyebut, ia juga memalsukan kompetensi militernya dengan mengaku telah menyelesaikan pelatihan penerbangan di US Naval Test Pilot School serta pernah menjadi pembimbing tesis di Air Force Institute of Technology demi mendapatkan promosi jabatan.
Namun, penyelidik menyatakan seluruh klaim tersebut fiktif. Menurut dakwaan, Rush tidak pernah lulus dari institusi pendidikan tersebut dan Federal Aviation Administration tidak memiliki catatan lisensi pilot atas namanya.
Penyelidik mengungkap pula bahwa Rush memalsukan pangkat militernya dengan mengeklaim telah mencapai pangkat Kolonel Laut. Faktanya, ia diberhentikan dengan hormat pada 2015 hanya dengan pangkat Kapten Laut. Parahnya, setelah tidak lagi aktif, Rush selama 10 tahun ke depan terus memalsukan lembar absensi kerja di CIA dengan dalih sedang memenuhi panggilan tugas di Komponen Cadangan Angkatan Laut demi meraup tunjangan ilegal sebesar US$ 77.000.
