beritalokal.my.id, Washington D.C – Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan Washington akan menutup akses maskapai penerbangan Iran terhadap fasilitas pendaratan, pengisian bahan bakar, hingga penjualan tiket sebagai bagian dari peningkatan tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Pernyataan itu disampaikan Bessent melalui unggahan di platform X pada Kamis. Ia menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari “kampanye Kemarahan Ekonomi” yang terus dijalankan Departemen Keuangan AS terhadap pemerintah Iran, dikutip dari laman Arab News, Jumat (29/5/2026).
“Kami juga akan menutup akses maskapai penerbangan Iran ke tempat pendaratan, pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket,” tulis Bessent.
Ia mengklaim tekanan ekonomi AS mulai berdampak pada kondisi domestik Iran. Menurutnya, aparat keamanan Iran mulai tidak menerima pembayaran dan sejumlah layanan publik terganggu.
“Pasukan mereka tidak dibayar, polisi tidak melapor untuk bekerja, dan Pulau Kharg ditutup,” kata Bessent. “Ekonomi dan mata uang Iran sedang jatuh bebas.”
Bessent juga mengatakan Departemen Keuangan AS telah menjatuhkan sanksi terhadap “Otoritas Selat Teluk Arab Iran”, yang ia sebut sebagai “lelucon”.
Ia memperingatkan perusahaan maupun negara lain agar tidak membayar biaya tol kepada otoritas tersebut atau menyamarkannya sebagai pembayaran bantuan.
“Kami telah memperingatkan entitas korporasi atau negara mana pun agar tidak membayar tol atau menyembunyikannya sebagai pembayaran bantuan,” ujarnya.
Selain itu, Bessent menyinggung efektivitas blokade angkatan laut AS yang menurutnya telah menekan ekspor minyak Iran.
Ia mengatakan, blokade tersebut membuat jumlah minyak mentah Iran yang berada di perairan internasional berada pada tingkat yang sangat rendah.
Bessent menegaskan kampanye tekanan ekonomi terhadap Iran hanya akan dihentikan apabila terdapat kemajuan dalam proses negosiasi.
“Hanya hasil yang memuaskan dalam negosiasi yang akan mengakhiri spiral penurunan ini,” katanya.
