BeritaLokal, Washington D.C – Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan pemerintah AS akan mengunci akses maskapai penerbangan Iran terhadap fasilitas pendaratan, pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket sebagai bagian dari kampanye ekonomi yang dijalankan Departemen Keuangan. Langkah tersebut disampaikan melalui unggahan di platform X (XOXO) pada Kamis, menegaskan bahwa tekanan ekonomi AS mulai memengaruhi kondisi Iran secara signifikan.
Bessent mengklaim bahwa pemerintah AS telah menutup akses maskapai Iran ke tempat pendaratan, pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket, sementara sejumlah layanan publik terganggu. Ia menyebut pasukan Iran tidak dibayar, polisi tidak melapor, dan pulau Kharg ditutup. “Ekonomi dan mata uang Iran sedang jatuh bebas,” kata Bessent.
Selain itu, Departemen Keuangan AS telah menyetujui sanksi terhadap “Otoritas Selat Teluk Arab Iran” yang ia sebut sebagai “lelucon.” Bessent memperingatkan perusahaan dan negara lain agar tidak membayar biaya tol kepada otoritas tersebut atau menyamarkannya sebagai pembayaran bantuan. Ia menekankan bahwa efektivitas blokade angkatan laut AS telah menekan ekspor minyak Iran, membuat jumlah minyak mentah di perairan internasional terus mengalami penurunan.
Bessent menegaskan kampanye tekanan ekonomi hanya akan dihentikan jika terdapat kemajuan dalam negosiasi. “Hanya hasil yang memuaskan dalam negosiasi yang akan mengakhiri spiral penurunan ini,” katanya. Pemerintah AS juga mengingatkan entitas korporasi atau negara untuk tidak membayar biaya tol atau menyembunyikannya sebagai pembayaran bantuan.
Kampanye ekonomi AS terhadap Iran, yang disebut “Kemarahan Ekonomi,” telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Diperkirakan bahwa kebijakan ini akan memengaruhi ketersediaan makanan dan energi di Iran, serta memperparah kondisi ekonomi mereka. Pemerintah AS mengklaim bahwa sanksi ini bertujuan untuk menekan pengaruh politik Iran di wilayah Timur Tengah dan menegaskan kekuatan ekonominya.
Sementara pemerintahan Iran mengkritik langkah AS, mereka menyebutkan bahwa tekanan ekonomi dapat memicu konflik yang lebih besar. Kekhawatiran terhadap keterlibatan internasional dalam perang saudara di Timur Tengah mungkin menjadi faktor utama dalam reaksi pemerintahan Iran.
BeritaLokal, Washington D.C, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintah akan menutup akses maskapai penerbangan Iran terhadap fasilitas pendaratan, pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket sebagai bagian dari kampanye ekonomi yang dijalankan Departemen Keuangan. Langkah tersebut disampaikan melalui unggahan di platform X (XOXO) pada Kamis, menegaskan bahwa tekanan ekonomi AS mulai memengaruhi kondisi Iran secara signifikan.
Artikel Terkait
Nilai Rupiah Turun ke 18.070 di Tengah Geopolitik
28 Juli 2026
Perampingan BUMN Lebih Dari 250 Perusahaan Lepas Akhir Juli
27 Juli 2026
BPJPH Dorong Usaha Capai Sertifikasi Halal Oke Oktober 2026
27 Juli 2026
Harga Minyak Mundur 5% Setelah Iran Hentikan Serangan
27 Juli 2026
Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru, TEP Luncurkan
26 Juli 2026Bank Mandiri Raih Laba Rp30,4T Kuartal II 2026
25 Juli 2026
Bank Dunia Berhenti Bagi Pinjaman ke China pada 2031
24 Juli 2026
Memuat komentar...