30 Mei 1981: Presiden Bangladesh Zia ur Rahman Dibunuh dalam Kudeta Berdarah

beritalokal.my.id, Dhaka – Presiden Bangladesh Ziaur Rahman tewas dibunuh dalam upaya kudeta militer pada 30 Mei 1981 setelah sekelompok perwira bersenjata menyerbu Gedung Sirkuit Chittagong, tempat ia menginap.

Peristiwa berdarah tersebut menjadi salah satu episode paling kelam dalam sejarah politik modern Bangladesh.

Dilansir dari Mukund Sathe pada Sabtu (29/5/2026), dalang utama di balik pemberontakan itu diduga adalah Mayor Jenderal Abdul Manzoor, mantan sekutu dekat Zia sejak Perang Pembebasan Bangladesh 1971.

Hubungan keduanya disebut mulai memburuk setelah Zia memilih Hussain Muhammad Ershad sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada 1978, menggantikan harapan Manzoor yang disebut mengincar posisi tersebut.

Beberapa hari sebelum pembunuhan, Manzoor dilaporkan secara terbuka mengkritik Zia dalam sebuah konferensi militer di Dhaka. Ia menuduh sang presiden terlalu mendemokratisasi sistem politik dan melupakan peran militer dalam membawanya berkuasa.

Pada dini hari 30 Mei 1981, tiga kelompok perwira militer menyerbu Gedung Sirkuit Chittagong menggunakan senapan mesin ringan, peluncur roket, dan granat.

Serangan dimulai ketika dua roket menghantam bangunan sebelum para perwira menyisir ruangan untuk mencari Zia.

Kolonel Matiur Rahman kemudian dilaporkan menembak Zia dari jarak dekat hingga tewas.

Setelah pembunuhan tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat Hussain Muhammad Ershad tetap menyatakan dukungan kepada pemerintah dan memerintahkan operasi militer untuk menumpas kudeta.

Abdul Manzoor akhirnya ditangkap di wilayah Fatikchhari sebelum kemudian dilaporkan tewas di tangan pasukan militer Bangladesh.



error: Content is protected !!