BeritaLokal, Kansas City – Argentina memperkuat posisinya di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menang 3-1 atas Swiss dalam laga yang berlangsung hingga babak tambahan waktu. Pertandingan ini diisi dengan kejutan dan perjuangan yang mengubah dinamika pertemuan antara dua tim yang dikenal sebagai “rivalitas sejarah.” Pelatih Lionel Scaloni menegaskan bahwa duel melawan Inggris hanya pertandingan sepak bola, sementara rivalitas historis antara Argentina dan Inggris tetap menjadi bagian dari peristiwa ini.
Saat itu, Argentina memulai laga dengan keunggulan lewat gol Alexis Mac Allister di menit 25. Kemenangan tersebut bertahan hingga babak kedua, saat Dan Ndoye menyamakan skor pada menit 78. Perubahan strategi tim Swiss, termasuk pemberian kartu kuning kepada Breel Embolo akibat simulasi, membuat mereka bermain dengan 10 pemain. Di babak tambahan waktu, Julian Alvarez mencetak gol ke gawang Swiss di menit ke-112, kemudian Lautaro Martinez menambah kemenangan dengan gol ketiga sebelum pertandingan berakhir.
Pelatih Scaloni mengatakan bahwa timnya memperkuat performa setelah melewati laga berat sejak fase gugur. Ia menyebut keinginan untuk menang sebagai faktor utama, sementara kualitas permainan menjadi pembeda saat menghadapi Swiss. “Ini adalah pertandingan sepak bola,” ujar Scaloni, yang juga menegaskan bahwa Inggris merupakan lawan tangguh dengan pelatih berkualitas. Rivalitas antara kedua negara telah terjadi sejak 40 tahun lalu, ketika Diego Maradona membawa Argentina menggila di perempat final 1986 dengan gol “Tangan Tuhan.”
Sesudah pertemuan tersebut, kedua tim kembali bertemu dua kali di Piala Dunia. Argentina menang melalui adu penalti pada edisi 1998, sementara Inggris membalas kemenangan empat tahun kemudian. Skor ini mengingatkan para fans bahwa pertandingan semifinal kali ini adalah kembali ke perjuangan yang tidak mudah. Scaloni menegaskan bahwa timnya akan mengerahkan seluruh tenaga untuk menjaga peluang juara hingga akhir pertandingan.
Dalam kesempatan ini, Scaloni juga menyebutkan pentingnya memfokuskan perhatian pada laga semisal itu. Ia mengatakan bahwa keunggulan jumlah pemain Argentina mampu dimanfaatkan untuk menekan lawan. “Kami menang karena ambisi kami,” kata Scaloni, yang juga menyebutkan bahwa kemenangan ini adalah bagian dari perjalanan tim yang tidak mudah.
Pertandingan semifinal ini menjadi momen historis bagi Argentina, yang kini menghadapi Inggris di Atlanta. Rivalitas antara kedua negara terus berlangsung, dan skenario ini memperkuat pentingnya pertandingan yang akan disaksikan oleh para penonton dunia. Dengan catatan keberhasilan dalam perjalanan ini, Scaloni berharap timnya dapat menjalani kemenangan yang tak terlupakan.
Sumber: France 24
Artikel Terkait
Maldini Resignasi FIGC Karena Gagal Nominasi Pirlo
27 Juli 2026
JJ Gabriel Siap Debut di Manchester United Usia 15 Tahun
23 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Paredes Bocor Emosi Pas Serang Spanyol
21 Juli 2026
Ceferin Boikot Final Piala Dunia 2026 Karena Konflik FIFA
21 Juli 2026
Kevin Keegan Meninggal, Legenda Meraih Ballon d’Or Singkat
20 Juli 2026
Spanyol Minta Wasit Tegas Hadapi Argentina Final Piala Dunia
19 Juli 2026
Lionel Messi Hadiri Fanatics Fest Bersama Tom Brady di NYC
18 Juli 2026
Augie Fantinus Ceritakan Persiapan Film Bapakmu Kiper
18 Juli 2026
Memuat komentar...