Update Harga Emas Perhiasan di Jakarta 8 Juli 2026

BeritaLokal, Jakarta – Harga emas dunia bergejolak pada perdagangan Rabu (8/7/2026) karena kekhawatiran inflasi dan kenaikan suku bunga setelah serangan AS terhadap Iran. Pemicunya mencakup tekanan pada minyak, dolar AS, dan risiko perubahan kebijakan moneter Fed. Lalu bagaimana harga emas perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas pada hari itu?

Menurut laporan CNBC, harga emas spot naik 0,5% menjadi US$4.125,59 per ons setelah terjatuh ke level terendah sejak 2 Juli. Kontrak berjangka AS untuk pengiriman Agustus turun 0,5% menjadi US$4.136,30. Analis Tastylive menyebutkan bahwa inflasi masih menimbulkan kekhawatiran, meski harga emas kini terlihat stabil setelah koreksi.

Di sisi lain, serangan AS terhadap Iran dan pencabutan izin penjualan minyak di Selat Hormuz memperkuat tekanan pada gencatan senjata yang rapuh. Harga minyak AS melonjak hampir 3%, imbal hasil obligasi pemerintah meningkat, dan dolar AS bertahan pada level tertinggi sejak bulan lalu. Investor menunggu risalah pertemuan FOMC Fed (16-17 Juni) untuk petunjuk lebih lanjut tentang suku bunga.

Harga emas perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas memperlihatkan variasi berdasarkan karat. Di Laku Emas, harga jual emas 24 karat (99%) tercatat Rp 2.263.000 per gram, sementara harga beli untuk emas 24 karat (K24) adalah Rp 2.305.000. Daftar harga beli emas di Raja Emas mencakup dari karat 9 hingga 1, dengan harga mulai dari Rp 681.000 untuk karat 8 hingga Rp 515.000 untuk karat 6.

Pihak Laku Emas menegaskan bahwa harga tertera bisa berubah sewaktu-waktu. Sementara itu, Raja Emas juga memperbarui daftar harga beli emas per gram pada Rabu, 8 Juli 2026, yang menunjukkan variasi antar karat. Harga emas perhiasan menjadi patokan bagi konsumen yang ingin menjual atau membeli produk perhiasan.

Harga emas terus dipantau oleh pasar global dan lokal, dengan kebijakan moneter Fed dijadwalkan merespons dinamika ekonomi sebelum rilis rapat FOMC 16-17 Juni. Kenaikan suku bunga mungkin memengaruhi aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, sementara emas dipandang sebagai lindung nilai inflasi.

Artikel Terkait

0