Scaloni: Jadwal Padat Piala Dunia 2026 Memicu Tantangan bagi Argentina

BeritaLokal, Buenos Aires – Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menilai jadwal padat fase gugur Piala Dunia 2026 menjadi tantangan besar bagi tim. Sejak melangkah ke babak perempat final, Argentina harus menjalani lima pertandingan dalam waktu 17 hari, dengan rincian dua laga di Miami dan tiga di AS. Scaloni menyebut situasi ini tidak memungkinkan pemain mendapatkan istirahat yang cukup, terutama bagi pemain senior seperti Lionel Messi, yang kini berusia 39 tahun.

Selain itu, pihaknya juga mengkritik kondisi cuaca panas dan intensitas pertandingan yang memicu kram pada para pemain setelah laga di Miami. “Kondisi tersebut jelas tidak ideal,” kata Scaloni dalam konferensi pers seperti dilaporkan AFP. Ia menekankan bahwa waktu istirahat menjadi lebih penting saat kompetisi memasuki fase akhir, meski selisih waktu istirahat antara Argentina dan Mesir tidak signifikan.

Meski mengakui keuntungan Mesir karena memiliki jeda lebih lama, Scaloni tetap menilai perjuangan tim Argentina tidak lemah. Dalam babak perempat final, mereka akan bertemu Mesir di Atlanta pada Selasa, sementara jika lolos, tim akan berhadapan dengan pemenang pertandingan Kolombia vs Swiss. Scaloni juga menyebutkan bahwa kemenangan di babak ini bisa membawa Argentina ke semifinal, meski tantangan terbesar masih ada.

Pihak FIFA diperintah untuk mempertimbangkan kondisi pemain saat merancang jadwal pertandingan. Scaloni mengingatkan bahwa situasi padat berpotensi menyebabkan keterpurukan bagi para pemain, dan menekankan pentingnya restorasi yang tepat. Dengan catatan jadwal diatur dengan hati-hati, tim Argentina bisa mempertahankan performa terbaik selama turnamen.

BeritaLokal, Buenos Aires, Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menilai jadwal padat fase gugur Piala Dunia 2026 menjadi tantangan besar bagi tim. Sejak melangkah ke babak perempat final, Argentina harus menjalani lima pertandingan dalam waktu 17 hari, dengan rincian dua laga di Miami dan tiga di AS. Scaloni menyebut situasi ini tidak memungkinkan pemain mendapatkan istirahat yang cukup, terutama bagi pemain senior seperti Lionel Messi, yang kini berusia 39 tahun.

Artikel Terkait

0