Golkar Minta Pemerintah Optimalisasi Saldo Anggaran Lebih untuk Stabilitas Fiskal

BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memperkuat perekonomian nasional dengan APBN Tahun Anggaran 2025 yang menciptakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11 persen, meski kondisi global masih menantang. Fraksi Golkar DPR RI mengingatkan pentingnya optimisasi Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan pengelolaan pendapatan untuk menjaga kestabilan fiskal.

Selain itu, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2025 memperpanjang rekor 10 tahun berturut-turut. Dari 98 laporan keuangan kementerian dan lembaga, hanya satu yang mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya. Fraksi Golkar berharap indikator akuntabilitas ini menjadi dasar evaluasi kinerja pemerintah.

Pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, meski masih tergantung kondisi global, menunjukkan keberhasilan APBN 2025 dalam menjaga stabilitas. Namun, Golkar meminta pemerintah menjelaskan strategi jangka menengah untuk memperkuat basis pendapatan dan pengelolaan SAL yang mencapai Rp 438,26 triliun pada akhir tahun. Rasio utang terhadap PDB sebesar 40,54 persen juga menjadi perhatian, dengan kenaikan total kewajiban pemerintah hingga Rp 11.527,29 triliun.

Dalam rapat paripurna DPR RI, Anggota Komisi XI, Puteri Anetta Komarudin, menyebutkan bahwa APBN 2025 mampu menjaga stabilitas ekonomi meski tengah menghadapi ketidakpastian global. “Kondisi fiskal tetap sehat karena keberhasilan menahan inflasi dan meningkatkan indeks pembangunan manusia,” katanya. Golkar meminta pemerintah menjelaskan arah optimalisasi penggunaan SAL, termasuk mekanisme tata kelola dan mitigasi risiko.

Menghadapi tekanan pendapatan yang dipengaruhi kondisi ekonomi global, fraksi Partai Golkar menekankan perlunya strategi jangka panjang untuk meningkatkan penerimaan negara. Dengan optimisasi SAL, pemerintah bisa memastikan kestabilan fiskal dan peningkatan kualitas pengelolaan anggaran.

Artikel Terkait

0