Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026: Ancelotti Kembali Tidak Berhasil

BeritaLokal, Jakarta – Pemimpin sepak bola Brasil, Carlo Ancelotti, kembali mengakhiri era kejayaan timnas dengan kekalahan 2-1 di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kegagalan ini memicu debat luas tentang identitas klub dan strategi pelatih yang ditempuh, meski Ancelotti tetap mengaku bahwa momen itu bukan akhir, melainkan awal dari siklus baru bagi Brasil.

Ancelotti, mantan pelatih Real Madrid dan Liverpool, ditunjuk sebagai kepala timnas Brasil pada Mei 2025 setelah Dorival, pelatih sebelumnya, diberhentikan usai kekalahan telak 4-1 dari Argentina di kualifikasi. Kontraknya berlaku hingga akhir Piala Dunia 2030, dan ekspektasi tinggi terhadapnya muncul setelah Brasil mengalami banyak eliminasi di turnamen besar. Namun, performa di Piala Dunia 2026 justru menunjukkan kegagalan total, dengan kemenangan hanya sebanyak satu kali dalam babak 16 besar.

Pertandingan melawan Norwegia di MetLife Stadium, New York, menjadi momen paling menonjol. Brasil gagal membalas satu gol dari dua gol yang dicetak Haaland pada menit ke-79 dan ke-90. Neymar sempat memiliki peluang unggul, tetapi penalti yang gagal dieksekusi oleh Bruno Guimaraes di menit ke-13 tidak cukup untuk menyelamatkan tim. Kekalahan ini mencatatkan eliminasi Brasil di babak 16 besar pertama sejak 1990, dan dianggap sebagai “kegagalan total” bagi sepak bola Brasil.

Ancelotti mengatakan bahwa kekalahan ini bukan akhir, melainkan awal dari fase pemulihan. Ia fokus pada pengembangan skuad, terutama di lini tengah, untuk kembali mengejak kejayaan. Namun, debat tentang pergeseran identitas Brasil muncul setelah kekalahan tersebut. Pihak klub mengkritik gaya bermain yang dikenal sebagai “Jogo Bonito” atau permainan indah, yang sejak lama menjadi ciri khas timnas. Kritik ini terus berkembang meski Ancelotti tetap menegaskan bahwa perubahan itu adalah langkah strategis untuk membangun kembali Brasil.

Kehilangan kejayaan di Piala Dunia 2026 juga mengundang pertanyaan tentang kompetisi dan manajemen tim. Dengan jadwal berikutnya yang masih terbuka, Ancelotti dan Brasil harus menemukan solusi untuk kembali memperkuat posisi mereka di dunia sepak bola internasional.

Artikel Terkait

0