BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan pembukaan D’Academy sebagai platform krusial bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam memajukan industri musik dangdut di Indonesia. Syafiq, peserta Final Audition Group 4 Dangdut Academy 8, menyoroti peran D’Academy dalam mengubah paradigma musik dangdut di mata Gen Z.
Syafiq, seorang mahasiswa asal Nunukan yang telah mempelajari musik dangdut sejak usia empat tahun, mengungkapkan motivasinya bergabung dengan kompetisi ini. Ia melihat Dangdut Academy sebagai platform krusial bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam memajukan industri musik dangdut di Indonesia. Meski sempat beralih ke genre pop saat menempuh pendidikan SMP dan SMA di Palu karena tuntutan pasar musik lokal, kecintaannya pada dangdut tidak pernah pudar. Kini, ia kembali dengan misi untuk mengangkat citra dangdut di mata publik, khususnya generasi muda.
Saat ditanya Ramzi soal pandangan Syafiq mengenai paradigma Gen Z terhadap musik dangdut yang berubah sejak Dangdut Academy 7, Syafiq meyakini bahwa Dangdut Academy telah berhasil mengubah paradigma generasi Z terhadap musik dangdut secara signifikan. Ia bahkan menyebut Valen Akbar sebagai salah satu idolanya yang menginspirasinya untuk kembali menekuni dangdut. “Sangat mengubah. Salah satu idola saya juga itu yang bikin saya kembali bangkit di Dangdut. Kan saya dari usia 4 tahun kebetulan memang mempelajari Dangdut. Ketika sekolah SMP dan SMA di Palu, di Kota Palu. Saya masuk ke lagu-lagu pop karena pasarnya di situ. Tapi ketika Kak Valen salah satu idola saya juga tepuk tangan untuk Kak Valen. Suatu kebanggaan bisa duet,” ungkap Syafiq.
Dangdut Academy 8, yang disiarkan langsung melalui Indosiar dan Vidio, menjadi sorotan dengan kehadiran Syafiq. Acara ini menampilkan berbagai talenta, namun pandangan Syafiq mengenai musik dangdut dan perannya dalam industri menarik perhatian. Ia menyebutkan bahwa genre ini memiliki kompleksitas tinggi, terutama melalui perubahan ‘Do’ di awal lagu Zakia serta chord sulit yang terdapat dalam lagu-lagu legendaris Rhoma Irama seperti “Malapetaka”, “Tangan-Tangan Hitam”, dan “Hari Berbangkit”. Menurutnya, chord ini sering membingungkan bagi mereka yang baru belajar musik.
Pandangan Syafiq ini mendapat apresiasi dari juri, seperti Soimah, yang menilai bahwa ia tidak hanya mengulik dangdut dari segi cengkok atau nyanyiannya, melainkan juga dari cara bermusiknya secara mendalam. D’Academy, dengan keterlibatan talenta lokal dan internasional, menjadi pilar penting dalam memperkenalkan musik dangdut ke kalangan Gen Z. Meski awalnya menempuh pendidikan pop di Palu, Syafiq kini menggabungkan dua genre untuk menciptakan karya yang lebih kompleks dan menarik.
Dangdut Academy 8 terus menjadi penggerak perubahan dalam industri musik dangdut Indonesia, dengan keterlibatan pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. D’Academy bukan hanya sekadar platform kompetisi, tapi juga alat untuk memajukan genre yang sebelumnya terlihat marginal di mata generasi Z. Kini, dengan keberadaannya, musik dangdut kembali dipandang sebagai seni jenius yang memiliki potensi besar untuk berkembang.
Artikel Terkait
Melani D’Academy 8: Perjalanan Musikal yang Penuh Inspirasi
5 Juli 2026
Melani Sidrap Lolos Final Audisi Dangdut Academy 8
4 Juli 2026
Sahwan Sampang Harumkan Madura Dangdut Academy 8
4 Juli 2026
Anisa Ogan Komering Ilir Lolos Final Dangdut Academy 8
4 Juli 2026
Mela Bandung Mencari Mimpi di Dangdut Academy 8
4 Juli 2026
Dangdut Academy 8 Grup 4 Loloskan 6 Peserta: 6 Kandidat Pilih Tampil
3 Juli 2026
Lesti Kejora Jadi Juri Dangdut Academy 8, Tampil Memukau
3 Juli 2026
Alfian Akhiri Perjalanan di DA 8 Final
3 Juli 2026
Memuat komentar...