Kerugian Masyarakat Akibat Scam Tembus Rp 9,3 Triliun: Pemerintah Berjuang Lepas DANA Digital

BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan pemberantasan penipuan digital dengan kerugian mencapai Rp 9,3 triliun hingga Mei 2025. Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mengungkapkan bahwa sebagian besar dana terkunci di aset digital, membuat penyelesaian sulit. Ketua Satgas PASTI Rizal Ramadhani menyatakan pelaku kini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan identitas yang sangat meyakinkan.

Selain itu, pelaku sering menggunakan AI untuk merekayasa suara dan wajah, sehingga korban terjebak dalam penipuan. Rizal menyebutkan bahwa sebagian besar laporan baru diterima setelah hubungan berlangsung berbulan-bulan, memperparah kesulitan penanggangan. Dari kerugian Rp 9,3 triliun, hanya Rp 6,8 miliar yang berhasil dipulihkan. Satgas PASTI terus membangun sistem pelaporan cepat untuk menghindari dana berpindah tangan.

“Korban sering kali menyerahkan uang atau data pribadi secara sukarela,” kata Rizal. OJK, melalui Ketua Dewan Komisioner Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa kejahatan digital berbeda dengan kejahatan konvensional. Pelaku memanfaatkan teknologi AI dan deepfake untuk mengambil korban tanpa perlu merasa terancam. Friderica menekankan pentingnya edukasi masyarakat untuk tidak sembarangan membagikan data pribadi kepada pihak yang identitas belum dipastikan.

Pihak OJK juga mengingatkan bahwa modus baru seperti tawaran investasi dengan imbal hasil tinggi atau lowongan kerja online sering digunakan pelaku. Rizal menyarankan masyarakat untuk memeriksa legalitas produk keuangan melalui OJK dan waspada terhadap tawaran yang tidak masuk akal. “Jika ada investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat, pastikan produknya legal,” ujarnya.

Pihak Satgas PASTI juga mengingatkan bahwa kejahatan digital sering terjadi di luar pengawasan OJK, seperti kripto yang tidak terpantau. Dengan demikian, upaya pencegahan melalui edukasi dan verifikasi menjadi langkah utama untuk mencegah kerugian lebih besar.

Artikel Terkait

0