Rusia Tunda Larang Tambang Kripto di 19 Wilayah

BeritaLokal, Moskow – Pemerintah Rusia tengah mempertimbangkan untuk melarang penambangan kripto di 19 wilayah yang terhubung dengan sistem kelistrikan pusat negara, mengingat lonjakan konsumsi listrik dan kekhawatiran stabilitas jaringan energi. Aktivitas penambangan Bitcoin di Rusia menghadapi ancaman larangan karena konsumsi listrik terus meningkat, yang menambah tekanan pada sistem kelistrikan nasional.

Selain itu, pelemahan keandalan jaringan energi dan pertumbuhan pusat data menjadi alasan utama pemerintah mengembangkan rencana ini. Mereka memperkirakan konsumsi listrik di wilayah seperti Moskow mencapai 21,1 gigawatt (GW) sepanjang musim gugur dan musim dingin, dengan data center di Rusia diperkirakan mengonsumsi sekitar 4 GW-sekitar 2% dari total konsumsi listrik nasional. Proyeksi Kementerian Pembangunan Digital menyebutkan kebutuhan energi pusat data akan meningkat sekitar 2 GW hingga 2030, terutama karena ekspansi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur digital.

Pemerintah juga mempertimbangkan alternatif seperti aturan penyambungan jaringan listrik bagi perusahaan penambangan baru. Dalam skema ini, operator hanya bisa mengakses listrik melalui kategori keandalan tingkat empat (fourth-category reliability), yang membuat pasokan menjadi prioritas terakhir dan dapat diputus jika diperlukan. Sistem otomatis darurat juga harus diwajibkan untuk memastikan ketahanan jaringan.

Meski rencana ini dirancang untuk mengurangi beban listrik, pemerintah tetap berupaya menjaga keberlanjutan sektor aset kripto dan infrastruktur digital. Namun, risiko peningkatan aktivitas penambangan ilegal bisa muncul jika regulasi terlalu ketat. Analis mengatakan bahwa tantangan pasokan listrik akibat lonjakan aktivitas penambangan kripto dan pembangunan pusat data akan semakin kompleks dalam beberapa tahun mendatang.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto.

Artikel Terkait

0