10 Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara versi Fortune

BeritaLokal, Jakarta – Fortune mengumumkan peringkat Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026, yang menempatkan 104 perusahaan asal Indonesia dalam daftar ini. Daftar tahunan ketiga berisi perusahaan-perusahaan terbesar di Asia Tenggara, disusun berdasarkan pendapatan untuk tahun fiskal 2025. Dalam peringkat utama, Trafigura Group memimpin dengan pendapatan US$ 240,3 miliar (Rp 4.266 triliun), diikuti oleh Thailand PTT dengan pendapatan US$ 81 miliar (Rp 1.438 triliun). Pertamina berada di posisi ketiga dengan pendapatan US$ 70,9 miliar (Rp 1.258 triliun), sementara Wilmar International dan Olam Group menduduki peringkat keempat dan kelima.

Vietnam menjadi negara paling dinamis dalam daftar ini, dengan total pendapatan dari 72 perusahaan mencapai US$ 177,9 miliar (Rp 3.158 triliun), naik 10,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski kontribusi Vietnam terhadap total pendapatan global hanya kurang dari 10%, mereka menyumbang sekitar 25% pertumbuhan seluruh daftar. Thailand mencatat 105 perusahaan, dengan 82 perusahaan Singapura menghasilkan pendapatan nasional tertinggi US$ 657,6 miliar (Rp 11.674 triliun).

Sektor energi tetap dominan, menyumbang 31,5% pendapatan dengan 57 perusahaan, dipimpin oleh perusahaan minyak dan gas berbasis negara. Sementara sektor keuangan menempati posisi kedua dengan 76 perusahaan dan kontribusi 16,2%, meski laba sektor energi mencapai 15,7% dari total laba, sementara sektor keuangan menyumbang 43%. Tiga puluh empat perusahaan baru masuk daftar, dengan Thailand dan Malaysia menduduki posisi terbanyak.

Peringkat Fortune Southeast Asia 500 pada 2026 naik menjadi US$ 440,6 juta (Rp 7,8 triliun), meningkat 26% dari tahun lalu. Total pendapatan 500 perusahaan mencapai US$ 1,878 triliun, dengan laba gabungan sebesar US$ 150 miliar (Rp 2.663 triliun).

Berikut daftar 10 perusahaan terbesar di Asia Tenggara versi Fortune:
1. Trafigura Group
2. PTT
3. Pertamina
4. Wilmar International
5. Olam Group
6. Perusahaan Listrik Negara
7. CP ALL
8. DBS Group Holdings
9. Flex
10. Top Frontier Investment

Peringkat ini mencerminkan pergeseran dominasi dari sektor komoditas ke sektor keuangan, teknologi, dan inovasi baru, meski perusahaan energi masih mendominasi pendapatan. Dalam edisi keempat tahun 2027, Fortune akan mengevaluasi apakah 2026 menjadi awal pergeseran nyata atau hanya tahun yang menguntungkan bagi perusahaan baru di kawasan ini.

error: Content is protected !!