BeritaLokal, Jakarta –
Ketidakpastian Global Menekan Aset Kripto
Aktivitas perdagangan aset kripto terus mengalami penurunan yang signifikan, menciptakan kondisi pasar yang dinilai sebagai fase kapitulasi atau kelelahan pasar. Laporan dari Santiment menunjukkan volume transaksi utama (non-stablecoin) turun ke level terendah dalam dua tahun terakhir, menggambarkan ketidakstabilan ekonomi global dan tekanan geopolitik yang memengaruhi investor.
Penjelasan Lengkap:
Selain faktor ekonomi, ketegangan antarbangsa dan fluktuasi harga kripto juga berdampak pada minat para investor. Santiment menyebutkan bahwa kondisi ini memicu siklus market exhaustion, di mana pelaku pasar kehilangan keyakinan untuk membuka posisi baru. Data dari CoinMarketCap menegaskan bahwa investor mulai menahan diri dari transaksi agresif, sementara indeks Fear and Greed mencapai angka 12, kategori “Extreme Fear” yang menunjukkan sentimen berhati-hati.
Volume Transaksi Kripto Menurun, Sinyal Reli Diperkirakan
Meski kondisi pasar terlihat negatif, Santiment memperkirakan bahwa penurunan volume transaksi mungkin menjadi sinyal pemulihan. Menurut analisnya, periode kelelahan pasar sering kali berdampak positif dengan menunjukkan pergeseran arus dana dari aset kripto tradisional ke alternatif. Di sisi lain, Bitcoin masih mengalami penguatan terbatas, mendekati level US$ 63.334, dengan volume transaksi sehari mencapai US$ 29,9 miliar.
Analisis Lengkap:
Volume perdagangan kripto secara keseluruhan berada di posisi US$ 2,26 triliun, sementara total volume harian mencapai US$ 79,3 miliar. Indeks Fear and Greed tercatat di level 12, menunjukkan kekhawatiran investor yang tinggi. Santiment juga menyebutkan bahwa keterbatasan likuiditas pasar memperparah spread harga (selisih antara harga beli dan jual), sehingga sinyal teknikal yang biasanya dapat diandalkan menjadi kurang efektif.
Perubahan Kondisi Pasar: Tanda Reli atau Kelelahan?
Ketika volume transaksi mengalami penurunan, likuiditas pasar cenderung menurun, sehingga harga bisa lebih volatile. Dalam skenario ini, investor mungkin memilih menunggu kondisi stabil sebelum bertransaksi. Data CoinGecko menyebutkan bahwa volume perdagangan harian kripto pada kuartal II 2025 turun 26,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Peningkatan ini menciptakan kuartal kedua berturut-turut dengan pelemahan aktivitas pasar spot.
Artikel Terkait
Nilai Rupiah Turun ke 18.070 di Tengah Geopolitik
28 Juli 2026
Minyak Dunia Turun Tajam, Pasar Mereda
28 Juli 2026
Rupiah Tembus 18.009, Kurs Rupiah Turun Hari Ini
27 Juli 2026
Harga Perak Antam Naik Rp 850, Menguat di Pasar Indonesia
27 Juli 2026
Harga Emas Dekat $4.000, Konflik Timur Tengah Turun Tarik
27 Juli 2026
Fed Tetap Jaga Suku Bunga di Tengah Gejolak Pasar
26 Juli 2026
Harga Emas Antam 26 Juli 2026 Tetap Stabil Daftar Lengkap
26 Juli 2026
Harga Emas Dunia Bangkit, Positif di Tengah Geopolitik
26 Juli 2026
Memuat komentar...