BeritaLokal, Jakarta – Vega Darwanti menyimpan kenangan manis tentang perdebatan kecil yang terjadi dengan mendiang ibunya, menggambarkan sikap kasih sayang seorang nenek yang tak bisa ditandingi. Perdebatan itu tidak hanya berupa argumen humoristik, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi keluarga yang penuh makna.
Selain itu, Vega Darwanti menyadari bahwa rasa kasihan yang selalu diucapkan ibunya adalah bentuk cinta yang paling dalam. Dalam sebuah wawancara terbuka di TPU Kober Jatinegara, ia mengungkapkan bahwa almarhumah seringkali menyiapkan sarapan pagi untuk cucu-cucunya, bahkan meski kondisinya lelah. Perbuatan itu membuat Vega merasa khawatir, karena tugas utama seorang ibu adalah melindungi dan mengasuh anak-anak, bukan hanya memenuhi kebutuhan yang terlihat.
Dalam perdebatan tersebut, Vega mengekspresikan frustrasi atas sikap almarhumah yang tak bisa dianggap sebagai tindakan pihak ketiga. “Kadang suka aku bilang, ‘Mama kok suka nyolong… suka merebut pahala aku,’ aku suka bilang gitu,” kata Vega. Ia menilai bahwa sikap almarhumah tersebut adalah bentuk kasih sayang tertinggi yang bisa diberikan oleh seorang ibu, bahkan jika terlihat melelahkan.
Sementara itu, Vega juga mengungkapkan rasa kepedulian terhadap kesehatan ibunya. Ia memohon agar almarhumah diberi kesempatan untuk istirahat, meski perbuatan yang dilakukan ibu tersebut selalu diucapkan dengan kasih sayang. “Aku sampai bilang, ‘Ma udah capek,’ gimana ya cara Mama biar supaya nggak capek gitu. Aku sampai bilang, ‘Ma itu biar aku aja yang dapetin pahala ngurus anak,'” kata ia.
Pada kesempatan sama, Vega menyatakan bahwa rasa kasihan yang selalu diucapkan ibunya adalah bentuk cinta yang paling dalam. Menurutnya, kebiasaan tersebut bukan hanya untuk menghibur diri sendiri, tetapi juga sebagai penghargaan terhadap kesehatan almarhumah. “Karena aku percaya bahwa ternyata di agama kita tuh level sayang orang ketika kita selalu kasihan dengan orang itu, itu udah level sayang tertinggi,” katanya.
Perdebatan ini juga menjadi bagian dari perasaan Vega yang terjalin dalam hubungan ibu dan anaknya. Ia mengaku bahwa kenangan manis ini menjadi penghibur saat ia merasa sangat rindu kepada sang ibu. “Mamaku juga selalu doain anaknya, Mamaku yang bikin aku bisa seperti sekarang,” imbuh Vega.
Selain itu, Vega memohon maaf atas perbuatan almarhumah yang mungkin terkesan tidak sengaja. Ia berdoa agar mendiang diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta kuburnya dipasukkan ke surga. “Mudah-mudahan Allah ampuni semua dosa-dosanya, Allah lapangkan kuburnya, dan memasukkan Mama ke surga. Amin ya rabbal alamin,” katanya.
Dalam pernyataan tersebut, Vega menunjukkan bahwa sikap kasih sayang ibunya tidak hanya terkesan manis, tetapi juga menjadi cermin dari keberanian seorang nenek dalam menghadapi tantangan hidup. Perdebatan yang awalnya terdengar humoristik akhirnya menyentuh hati, menunjukkan bahwa kekuatan kasih sayang bisa muncul dari sisi terbaik.
Artikel Terkait
Rossa Ungkap Kenapa Perkenalkan Raina, Anak Keduanya ke Publik
27 Juli 2026
12 Drama Korea Time-Travel Terbaik 2024 Cinta Lintas Zaman
26 Juli 2026
Zaskia Adya Mecca Bagi 5 Anak via Motor ke Sekolah
25 Juli 2026
Selvi Kitty Kenalkan Suami Baru ke Anak, Menolak Panggil Papa
25 Juli 2026
Ayushita Gerald, Dari Sahabat Jadi Pasangan
25 Juli 2026
Drama Korea Musim Dingin: 9 Film Estetis yang Mengagumkan
25 Juli 2026
Sinetron SCTV Seindah Remaja & Biarkan Hati Bicara 29 Juli
25 Juli 2026
Keluarga Boseman Menuntut Istri atas Aset Warisan Boseman
24 Juli 2026
Memuat komentar...