BeritaLokal, Jakarta – Token HYPE melonjak ke rekor baru mendekati US$ 67 atau Rp 1,19 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.820). Kenaikan ini dipicu oleh persetujuan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) AS atas kontrak BTCPERP KalshiEX, produk kontrak berjangka perpetual bitcoin pertama yang diatur di Amerika Serikat. HYPE, token yang mencetak rekor ini, menggandengkan Hyperliquid dalam memperkuat pasar kontrak berjangka permanen (perpetual) yang menjadi sorotan Wall Street.
Pada 29 Mei 2026, HYPE tumbuh hingga USD 67,24 atau Rp 1,19 juta, melanjutkan kenaikan sebelumnya yang mencapai US$ 64 atau Rp 1,14 juta pada awal pekan. Kebijakan CFTC menegaskan regulasi jelas untuk kontrak berjangka perpetual bitcoin, memperkuat struktur pasar di AS. Hyperliquid, perusahaan desentralisasi yang menjadi pihak penentu, mengambil keputusan ini meski bukan bagian dari keputusan CFTC sendiri.
Pasar kripto terus berkembang dengan dinamika pesat, terutama dalam pengembangan produk seperti kontrak perpetual. Grayscale menyebutkan HyperLiquid memproses volume perpetual sekitar US$ 2,9 triliun pada 2025, mengendapkan sekitar US$ 7 miliar dalam open interest, dan menciptakan biaya sekitar US$ 800 juta. Dalam upayanya untuk memperluas akses ke bitcoin dan ether, HyperLiquid juga membuka permohonan ETF spot dengan kode GHYP.
HYPE menjadi bahan sorotan Wall Street karena potensi pengembangan derivatif on-chain yang bisa menggabungkan transparansi, eksekusi asli, dan penyimpanan mandiri. CEO Intercontinental Exchange Jeff Sprecher menyebut HyperLiquid lebih besar dari Nasdaq, mengejutkan perusahaan bursa tradisional yang khawatir aktivitas perpetual di luar negeri akan mengganggu stabilitas pasar.
Pengaturan kontrak berjangka perpetual memungkinkan transaksi tanpa batas waktu, tetapi juga menimbulkan tantangan regulasi. Dengan persetujuan AS, HyperLiquid menjadi contoh krusial dalam memahami pergeseran dari bursa terpusat ke model desentralisasi. Meski demikian, isu transparansi dan kerentanan terhadap risiko pasar masih menjadi perdebatan.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Beritalokal.my.id tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Artikel Terkait
Bos Bitwise Menilai Hyperliquid Bukan Sekadar Kripto
31 Mei 2026
Kraken Luncurkan Aplikasi Trading Kripto AI
15 Juli 2026
Kripto Melemah: Bitcoin, Ethereum, Cardano Tertekan
15 Juli 2026
Temasek Hindari Investasi Kripto, Fokus AI
15 Juli 2026
Bybit Dihapus dari Play Store Korea
15 Juli 2026
JPMorgan Peringatkan Ancaman Bitcoin
15 Juli 2026
Bitmine Beli 20 Ribu Ethereum Senilai Rp 648 Miliar
15 Juli 2026
Bitcoin Melonjak! Pasar Crypto Merah Sepanjang Hari
15 Juli 2026
Memuat komentar...