BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan pemecahan masalah nasib PS Vita yang gagal karena fitur berlebihan, menurut mantan petinggi PlayStation Shawn Layden. Dalam wawancara terbuka, Layden menyatakan bahwa kegagalan PS Vita bukan hanya akibat kinerja teknis, tetapi juga kesalahan strategi produksi yang tidak seimbang antara inovasi dan biaya.
Selain itu, Layden menyoroti bahwa Sony terlalu berlebihan dalam menambahkan fitur ke PS Vita, seperti touchpad di bagian belakang, layar OLED, dan kartu memori khusus. Menurutnya, fitur-fitur ini tidak perlu hadir karena PS Vita justru bisa menjadi pilihan yang lebih efisien jika hanya dilengkapi dengan dua stik analog, seperti yang sudah ada di PSP. “PSP 2 harus memiliki dua stik, bukan satu,” ujarnya.
Ketika dibandingkan dengan PSP, Layden menyebut PS Vita terlalu berbeda karena penggunaan cartridge otomatis yang tidak backward compatible. Hal ini membuat Sony perlu menghabiskan biaya R&D yang besar untuk memproduksi handheld tersebut. “Jika fitur seperti layar OLED atau touchpad bernilai 10 Yen, maka akan masuk. Tapi ketika total harga mencapai 5900 Yen, Miyamoto akan mengatakan sudah cukup,” lanjutnya.
Pada bagian lain, Layden menyayangkan keputusan Sony untuk menggunakan layar OLED yang diperkirakan tidak efisien. Menurutnya, teknologi tersebut justru memperbesar biaya produk akhir. “Keseimbangan antara teknologi luar biasa dan biaya harus sejajar,” kata dia. Dengan demikian, PS Vita gagal karena tidak bisa mencapai keseimbangan yang tepat antara inovasi dan keberlanjutan finansial.
Dari sisi penggunaan, Layden juga menyoroti bahwa PS Vita justru terlihat lebih kompleks dibanding PSP. “PSP 2 harus memiliki dua stik, bukan satu,” ujar dia, mengingat kebiasaan pengguna PlayStation sejak era PS2. Kebijakan ini dianggap sebagai salah satu faktor utama yang memengaruhi nasib PS Vita.
Dalam kesimpulan, Layden menyatakan bahwa kegagalan PS Vita bukan hanya akibat teknis, tetapi juga strategi produksi yang tidak seimbang. “Mereka harus belajar dari kesalahan ini untuk mengembangkan produk yang lebih efektif,” katanya.
BeritaLokal, Jakarta, Pemerintah memulai tahapan pemecahan masalah nasib PS Vita yang gagal karena fitur berlebihan, menurut mantan petinggi PlayStation Shawn Layden. Dalam wawancara terbuka, Layden menyatakan bahwa kegagalan PS Vita bukan hanya akibat kinerja teknis, tetapi juga kesalahan strategi produksi yang tidak seimbang antara inovasi dan biaya.
Artikel Terkait
Nintendo Ditutup Mario Kart Tour Pada September 2026
9 Juli 2026
Aniimo Rilis Trailer Terbaru untuk Closed Beta Test Global
9 Juli 2026
Presiden Sony Jual Saham Kritis Setelah Kontroversi Game Fisik
9 Juli 2026
Microsoft Akan Tambahkan Eksklusif Game Xbox
9 Juli 2026
Criterion Akhirnya Henti Produksi Need for Speed, Fokus ke Battlefield
9 Juli 2026
Fallout Dunia Dikembangkan oleh Obsidian
9 Juli 2026
Five Fingers: Sindikat Penguasa di Limbus Company
8 Juli 2026
Sony Hentikan Produksi Game Fisik Tanpa Pemberitahuan Publisher
8 Juli 2026
Memuat komentar...