BeritaLokal, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami perubahan pada Selasa (2/6/2026), dengan kurs jual di sejumlah bank besar berada dalam kisaran Rp 17.800-17.900. Pergerakan ini mencerminkan tekanan pasar yang terus berlanjut meski ada indikasi perbaikan kondisi ekonomi global.
Berdasarkan data e-Rate Bank Central Asia (BCA), kurs beli dolar AS di level Rp 17.800, sementara kurs jual mencapai Rp 17.900. Di BNI, kurs beli dolar AS dipatok Rp 17.795 dengan kurs jual Rp 17.895. Sementara itu, BRI menetapkan kurs beli di Rp 17.788 dan jual mendekati Rp 18.000 per dolar AS. Bank Mandiri juga menawarkan kurs beli dolar AS sebesar Rp 17.795 dengan jual Rp 17.835.
Perubahan kurs di bank-bank tersebut mencerminkan dinamika pasar yang tergantung pada berbagai faktor, termasuk situasi geopolitik dan kebijakan moneter. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa perbaikan kondisi global dapat mendukung stabilitas ekonomi Indonesia. Ia optimistis rupiah bisa membaik seiring munculnya kesepakatan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel, yang diperkirakan akan meningkatkan keamanan dan perekonomian global.
Purbaya menekankan bahwa stabilitas ekonomi internasional dapat memberikan sentimen positif bagi pasar aset domestik, termasuk rupiah. Ia menyebutkan bahwa koordinasi dengan Bank Indonesia menjadi kunci dalam menjaga kestabilan sektor keuangan dan mencegah kerugian investornya akibat fluktuasi pasar. “Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan bank sentral untuk memastikan kondisi sektor keuangan tetap kuat,” kata Purbaya.
Perlu dicatat bahwa kurs rupiah terhadap dolar AS masih mengalami pergeseran kecil, meski tidak menunjukkan tren jelas. Dalam rangka menjaga stabilitas pasar, Bank Indonesia dan pemerintah terus memantau dinamika ekonomi global serta memastikan sistem keuangan tetap stabil. Kondisi ini diharapkan mendorong kembali kepercayaan investor terhadap rupiah sebagai aset domestik yang andal.
Sementara itu, tren kurs dolar AS di bank-bank besar menunjukkan perbedaan antar operator. BCA dan BRI memberikan jual lebih tinggi, sementara BNI dan Bank Mandiri menyajikan harga beli lebih rendah. Perbedaan ini mencerminkan kebijakan penguatan nilai tukar yang berbeda di setiap bank. Dalam kesempatan terpisah, Purbaya menegaskan bahwa rupiah masih memiliki potensi untuk membaik, seiring perubahan dinamika ekonomi global yang terus berkembang.
Artikel Terkait
Rupiah Tegar Tambah Lebih 18,093, Pasar Tunggu Gubernur BI
28 Juli 2026
Nilai Rupiah Turun ke 18.070 di Tengah Geopolitik
28 Juli 2026
Prabowo Panggil KSSK Dan Danantara, Tegaskan Koordinasi Kuat
27 Juli 2026
Bank Indonesia Mantap Kebijakan Stabil Menenangkan Pasar
27 Juli 2026
PPATK Blokir Rekening Judi Online Ribu, Rp 1,07 Triliun
27 Juli 2026
Harga Emas Pegadaian 27 Juli 2026 Harga dan Perbandingan
27 Juli 2026
Rupiah Ringan Menurunkan 9 Poin Setelah Gubernur BI Mundur
27 Juli 2026
Harga Emas Antam Melambung Rp 10.000 pada 27 Juli 2026
27 Juli 2026
Memuat komentar...