Rossa Puji Kehidupan Ibu Balita Rasanya Seperti Remedial

BeritaLokal, Jakarta – Penyanyi rock terkenal Rossa secara bangga mengaku kembali menikmati fase menjadi ibu balita, menyebut pengalaman tersebut “seperti remedial” saat ia memelihara putri keduanya, Raina Mikayla Almahyra. “Rizzo kan sekarang 19 tahun ya… Sudah 17 tahun yang lalu aku memiliki baby. Ternyata tetap seseru itu sih, udah mulai mengantar ke preschool. Senang mengulang lagi, kayak lagi remedial,” ujar sang “Video Girl” pada acara ulang tahun Moana, putri influencer Ria Ricis, kedatangan ia menandai sore ulang tahun yang dipenuhi kilau layar lampu di The Manor Andara, Depok, pada hari Minggu, 26 Juli 2026.

Rossa di Ulang Tahun Moana

Acara itu menjadi panggung bagi Rossa untuk memperlihatkan betapa eratnya hubungan antara dirinya dan Raina. Di tengah keceriaan selamatan, sang bintang tengah berbincang tentang peranannya sebagai orang tua. Memberikan jamuan pribadi sekaligus strategi menyesuaikan kehadiran Raina di publik, Rossa menegaskan bahwa tidak ada yang terlalu meluaskan kebebasan bersifat pribadi. Ia malah lebih memilih memperkenalkan sang putri pada dunia publik secara bertahap setelah Raina dianggap siap, menunggu keperluan pendidikan dan pekerjaan yang sudah melimpah.

Rossa menyesali kehidupan sungguh memuaskan setelah bertahun-tahun sibuk mengasuh Rizky Langit Ramadhan, putra sulungnya yang kini berusia 19 tahun. Menurutnya, perbedaan usia membawakan tantangan dan keasyikan baru: “Aku harus memantau pakaian dan mainan anak, karena sekarang punya anakcewek lagi. Bawaannya ini memikirkan baju-baju dan mainan sejak jauh, lalu memberikan sentuhan personal lebih banyak.” Fokus utama pada kelasku Raye kini tiga tahun, ia mulai memandang Raina dengan tekad menuntun pengembangan diri, bahkan menyiapkan perlengkapan meski kesibukan mengobati kesehatan menuntut fokus.

Rossa Bertahap Perkenalkan Raina ke Panggung

Rossa tidak pernah menyembunyikan komitmennya terhadap Raina. Sebelum usia balita, ia selalu memperkenalkan sang putri ke panggung liburan, termasuk kemudian pada konser konser terbaru tahun lalu. Raina yang masih bayi diurutkan di belakang persembahan artis nyabrang. Dalam sisi ketidakpastian, Rossa menjelaskan bahwa ia lebih berhati-hati saat memperkenalkan Raina secara terbuka mengenai ruang publik. “Waktu aku konser tahun lalu juga dia udah ikut sebetulnya, tapi di backstage, jadi enggak ada yang ngeh,” kata sang penyanyi yang pada akhirnya memilih strategi bertahap dalam mengintroduksi Raina pada dunia media.

Usia Raina masih muda, tetapi sudah setengah jalur pendidikan yang menandai transisi Rossa ke peran sebagai ibu sekunder. Ia kerap menekankan evolusi dan perwakilan sukacita “mengulang lagi” fase krusial ini, yakni mengantar Raina ke preschool. Meskipun awalnya tercium ketidakpastian, Rossa kini berjuang menanggapinya melalui kebijakan kebahagiaan, menaruh perhatian pada pembuatan jadwal sekolah serta berbagai kejadian rutin. “Aku tidak bisa cerita secara detail, cuma memang dari bayi banget. Kenapa baru sekarang? Karena aku pengin dia siap dulu, dan aku juga masih mengurus banyak surat‑suratan dan lain sebagainya.”

Dengan bersiar-siar melintasi rute rias di mall dan restoran, Rossa menilai Raina sepanjang perjalanan keluarga masih mengatasi kehidupan sehari‑harinya tanpa lahiran publik. Meski tidak sering memposting posisi “tak ada yang ngeh” tentang momen Raina, ia menegaskan bahwa Raina memiliki kebebasan beraksi di dunia luar, bahkan bergabung di hal-hal sederhana. “Jadi enggak ada yang ngeh karena enggak kepikiran aja,” jelas Rossa.

Tidak ada akhir kompilasi yang menonjolkan kebahagiaan yang berlipat bagi Rossa. Ia bercerita tentang kebersamaan yang lebih lama dengan Raina dan semangat mengatasinya. Ia menilai perjalanan sebagai seorang ibu dan musisi belajar melampaui masa lalu saat menulis biografi belum pernah dibagikan secara terbuka. Sementara, pundak besar Jenius yang diberi nama Rossa menempatkan Raina sebagai bagian penting dalam perjalanan keluarga.

Dengan menulis bagi masa depan, Rossa menyatakan rasa syukur atas keberadaan Raina. Ia menambahkan bahwa Raina patut dihargai sebagai “anak gue yang cerdas, lucu, dan seharusnya menjadi bagian dari dunia” yang ia kebahkan. Menyatu dengan kegiatan sosial, ia furnitur berada di belakang panggung sebagai penikmat untuk menyesuaikan bagi keluarga yang sedang berkembang, sekaligus menegaskan spa keanggunan, terkadang di hadiri kepada Aran. _

Artikel Terkait

0