Prastiwi dan Poppy Akui Belajar Parenting dari Film Aku Sebelum Aku

BeritaLokal, Jakarta – Film orisinal Netflix Indonesia Aku Sebelum Aku mengangkat tema keluarga dan parenting sekaligus menjadi alat refleksi diri bagi aktor Prastiwi Dwiarti dan Poppy Sovia. Kedua peran mereka dalam film ini memperlihatkan bagaimana mereka belajar banyak soal parenting dari karakter yang diperankan, menggambarkan dampak positif kebijakan pendidikan dan kesadaran sosial di tengah era digital.

Film Aku Sebelum Aku, yang dirilis pada 16 Juli 2026, ditayangkan secara global dan dibintangi oleh Bima Sena (Jati), Ringgo Agus Rahman (Pak Jaya), Widuri Puteri (Asa), Prastiwi Dwiarti (Ambu Asih), Aming (Pak Zai dan Pak Juned), serta Poppy Sovia (Ibu Asa). Pementasan ini tidak hanya menceritakan kisah remaja yang menghadapi tekanan kehidupan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan keluarga dan refleksi diri. Dalam konferensi pers di XXI Senayan City, Jakarta, Prastiwi dan Poppy mengungkapkan pengalaman belajarnya tentang parenting melalui peran mereka dalam film.

Prastiwi Dwiarti, yang berperan sebagai Ambu Asih, menyebutkan bahwa ia belajar banyak hal tentang peran ibu dari karakter yang diperankan. “Aku di sini banyak belajar banget dan banyak hal yang aku contek untuk parenting aku, karena aku kan mamah baru ya. Kalo seorang anak yang penuh dengan kasih sayang dan pengertian dari keluarga, dia akan punya pondasi yang kuat menghadapi apapun,” ujar Prastiwi sambil menahan haru. Poppy Sovia, yang berperan sebagai Ibu Asa, juga menyampaikan bahwa perannya memperkuat kesadaran tentang pentingnya kehadiran ibu dalam keluarga tanpa harus banyak berkata. “Kata sunyi di sini adalah tetap selalu ada dan hadir, bagaimanapun juga selalu berusaha menjadi tempat pulang untuk anak dan suaminya,” katanya.

Film Aku Sebelum Aku dianggap sebagai karya yang menggabungkan tema keluarga dengan pendekatan parenting yang mendalam. Prastiwi menegaskan bahwa film ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana mempererat hubungan antar anggota keluarga. Menurutnya, setelah menonton film tersebut, penonton bisa membuka obrolan baru bersama keluarga. “Menurutku sebuah film itu berhasil ketika setelah menonton film kita bisa membuka obrolan baru bersama keluarga. Ketika itu tercapai, film itu bukan lagi hanya sebagai hiburan, tapi lebih dari itu,” kata Prastiwi.

Sementara Gina S. Noer, produser film Aku Sebelum Aku, berharap film ini tidak hanya dianggap sebagai film parenting, tetapi juga menjadi ruang untuk refleksi diri. “Ketika ditanya apakah film ini cuma film parenting, nggak juga. Ini adalah film untuk semua orang yang ingin terpicu dirinya untuk mengenal dirinya lebih baik,” ujar Gina. Ia berharap film tersebut dapat mendorong penonton untuk saling menyayangi, memutus rantai kekerasan, dan memperkuat hubungan dalam keluarga.

Dalam sinopsis film Aku Sebelum Aku, kisah seorang remaja yang menghadapi tekanan akademik dan sosial di tengah ambisi ayahnya menjadi fondasi cerita yang menarik. Film ini dibuat untuk memperkaya kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran ibu dalam keluarga. Dengan penampilan aktor-aktor terkenal, film ini berhasil menggabungkan kisah nyata dengan nuansa sentimental yang mendalam.

Film Aku Sebelum Aku diharapkan menjadi bagian dari tradisi pendidikan dan perubahan nilai dalam masyarakat. Dengan pementasan yang memperlihatkan pengalaman belajar parenting, film ini menunjukkan bahwa kesadaran tentang peran ibu tidak hanya berada di ruang tayangan, tetapi juga di tengah kehidupan sehari-hari. Prastiwi dan Poppy mengaku bahwa penuh haru saat memperoleh pengalaman belajar dari peran mereka dalam film, yang sekaligus menjadi pelajaran nyata tentang pentingnya kasih sayang dan kehadiran ibu dalam keluarga.

Dampak positif dari film ini terlihat pada kesadaran penonton terkait peran ibu. Dengan menampilkan karakter ibu yang tulus dan tidak membutuhkan kata-kata, film Aku Sebelum Aku memberikan inspirasi bagi para wanita untuk mengambil peran lebih aktif dalam keluarga. Kedua aktor juga menyampaikan bahwa mereka ingin mendorong penonton untuk terus belajar dan mengeksplorasikan kehidupan dengan lebih baik, terutama dalam menjalani hubungan yang sehat dan penuh kasih sayang.

Film Aku Sebelum Aku tidak hanya menjadi karya berbagi, tetapi juga menjadi bukti bahwa pendidikan dan kesadaran sosial bisa diwujudkan melalui kisah keluarga yang realistis. Dengan menampilkan peran ibu yang tulus dan tak terasa, film ini memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk menghargai peran ibu dalam kehidupan sehari-hari. Prastiwi dan Poppy juga menyatakan bahwa mereka berharap film ini bisa menjadi bagian dari tradisi pendidikan dan kesadaran sosial yang terus berkembang di tengah era digital.

Artikel Terkait

0